23 January 2022, 11:20 WIB

Insentif Bisnis Minta Ditingkatkan, Pengusaha Klaim Bermanfaat Bagi Pendidikan


Selamat Saragih | Ekonomi

MI/Selamat Saragih
 MI/Selamat Saragih
Owner Wihrasa Group, Rayhan Christian Siego

DALAM upaya mendongkrak perekonomian pasca Pandemi Covid-19, pemerintah diharapkan perlu mengatur insentif yang dapat dirasakan manfaatnya bagi dunia usaha. Contoh insentif terkait dengan perizinan, penanaman modal, fiskal dan lain-lain.

Dalam rangka itu, Komisi B DPRD DKI Jakarta saat rapat kerja bersama Dinas Penanaman Modal/PTSP baru-baru ini meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan regulasi terkait insentif perizinan, penanaman modal atau perpajakan.

Owner Wihrasa Group, Rayhan Christian Siego, menyambut baik usulan legislator Kebon Sirih (DPRD DKI Jakarta-Red) tersebut.

Menurut dia, insentif melalui perizinan, penanaman modal dan perpajakan ini akan memudahkan dunia usaha dalam mengakselerasi perekonomian warga Jakarta.

"Kita melihat bagaimana para pelaku usaha seperti UMKM ini begitu antusias untuk sama-sama bangkit menumbuhkan ekonomi setelah Covid-19. Selama Pandemi kemarin banyak pelaku usaha akhirnya gulung tikar karena Covid-19. Tidak hanya UMKM yang behenti, tapi korporasi juga demikian. Jadi mungkin harus dipertimbangkan pemerintah melakukan kebijakan insentif, tapi bukan hanya UMKM juga untuk korporasi," ujar Rayhan di Jakarta, Sabtu (22/1).

"Kalau memang pemerintah memberikan atau meningkatkan insentif mulai dari soal perizinan, penanaman modal dan pajak tentu sangat membantu mempercepat tumbuhnya ekonomi di Jakarta, ungkap Rayhan.

Tentu tidak hanya bagi pengusaha, baik secara langsung maupun tidak, diharapkan manfaat insentif itu bisa dirasakan masyarakat luas lainnya," ujar Rayhan.

Dia memberi contoh bagaimana insentif tersebut dapat disinergikan dengan dunia pendidikan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di mana salah satunya adalah kegiatan magang siswa SMA, SMK dan mahasiswa. Bahkan, insentif bagi korporasi ini diyakini menjadi salah satu peluang terciptanya lapangan pekerjaan baru.

"Kita yakin ada ketersambungan antara insentif bagi pebisnis dan korporasi itu dengan program magang. Contohnya, siswa atau mahasiswa yang magang, selain dapat ilmu kan juga dapat uang saku. Nah dengan insentif izin, pajak atau dalam bentuk lainnya, perusahaan juga terbantu soal biaya operasional yang dikeluarkan," jelasnya.

Rayhan merupakan sosok muda usia 22 tahun pemilik Wihrasa Group kini tengah menggeluti sejumlah bisnis di beberapa kota di Indonesia.

Mulai dari bisnis kuliner yakni Manggar Resto di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kantin sayur dan buah organik hasil tanam sendiri di Jl Kendal, Jakarta Pusat, serta memiliki lahan dan tempat produksi kopi di Gunung Halu, Bandung, Jawa Barat yang lebih dikenal dengan Halu Ground Roastery.

Saat ini, pria yang gemar badminton dan main game ini tengah bersiap melakukan ekspansi bisnis berupa ekspor kopi ke beberapa negara, salah satunya Turki.

Selain itu, Rayhan juga mempunyai wahana eduwisata Nara Kupu Village di Sawangan, Kota Depok. Tempat ini, selain sebagai lokasi wisata agrikultur, dijadikan juga sebagai perkebunan dengan konsep urban digital farming untuk menyuplai sejumlah toko selain toko miliknya sendiri dapat dilihat narakupuvillage.com.

Rayhan berharap dengan diterbitkannya aturan terkait sejumlah insentif, pertumbuhan ekonomi di Jakarta semakin cepat. "Terlebih, peluang yang sama harus dapat dirasakan dan diterima semua pelaku usaha. Sehingga, ekonomi di Jakarta segera pulih dan tumbuh kembali seperti sebelum terjadi kasus Covid-19," jelasnya. (OL-13)

Baca Juga: Pengamat: Indonesia Butuh Enterpreuner Seperti Marimutu Sinivasan

BERITA TERKAIT