20 January 2022, 17:57 WIB

Erick Thohir Ingin Tingkatkan Devisa Melalui Ekspor Listrik


Widhoroso | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Menteri BUMN Erick Thohir

MENTERI BUMN Erick Thohir melihat peluang baru untuk ekspansi layanan PLN. Erick ingin PLN meningkatkan skala bisnis bukan hanya domestik tapi juga melayani listrik mancanegara.

"Kita melihat bagaimana sumber daya alam kita yang sudah menjadi sumber listrik dunia melalui batu bara, ini tidak boleh hilang. kita lihat neraca perdagangan tinggi sekali, sampai US$34 miliar. Di situ, kita lihat paling besar devisanya selain kelapa sawit, adalah batu bara. Jangan sampai devisa kita hilang,” tegas Erick dalam Konferensi Pers Kementerian BUMN, Jakarta diakses Kamis (20/1).

Namun Erick melihat ekspor listrik tidak bisa menggunakan bahan bakar fosil yakni batu bara mengingat Indonesia berkomitmen untuk mencapai target penurunan emisi atau net zero emission (netralitas karbon) pada 2060. Erick melihat, Indonesia bisa melakukan ekspansi layanan PLN dengan memanfaatkan sumber daya alternatif.

"Dengan teknologi dan inovasi yang ada sekarang ini, sumber daya tersebut dapat kita ubah menjadi listrik, dan bahkan bisa menjadi baterai. Artinya apa? Ini kesempatan kita untuk menjual listrik ke negara-negara lain yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ditambahkan, penggunaan energi baru terbarukan (EBT) tersebut bukan hanya meningkatkan skala bisnis PLN namun juga memberi manfaat listrik masyarakat Indonesia yang lebih ramah lingkungan.  Karenanya, Erick melakukan transformasi dan restrukturisasi di tubuh PLN agar krisis energi tidak lagi terulang.

Erick akan membentuk holding dan sub holding sebagai agar penyelamatan perusahaan dan menjaga kepercayaan pasar batu bara internasional terhadap Indonesia. Transformasi PLN juga memastikan negara memberikan layanan eletrifikasi terbaik untuk masyarakat.

"Transformasi PLN juga dilakukan untuk memastikan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat menjadi lebih baik sehingga program listrik masuk desa dapat dipastikan sesuai target pemerintah," pungkasnya. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT