17 January 2022, 13:23 WIB

ESDM Mengaku Dapat Tawaran Harga Murah untuk Listrik Bertenaga Nuklir


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Ina FASSBENDER / AFP
 Ina FASSBENDER / AFP
Pembangkit listrik tenaga nuklir di Lingen, Jerman.

DIREKTUR Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengaku telah mendapat tawaran soal harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Meski PLTN ditargetkan di bangun sekitar 20 tahun lagi di Indonesia, beberapa perusahaan diketahui sudah menyodorkan kajian riset ke Kementerian ESDM.

"Ada pihak yang menyampaikan ke kami bahwa listriknya ini cukup menarik ya dari sisi harga. Misalkan di angka US$9-10 cent per kilo watt hour (kWh). Ada juga yang menyampaikan di angka US$7 cent per kWh," ungkap Dadan dalam konferensi pers virtual, Senin (17/1).

Tarif tersebut diketahui lebih murah dari harga pemakaian listrik lewat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diperkirakan mencapai US$8,5-10,15 cent per kWh.

Baca juga: ESDM: Porsi Bauran EBT 2021 di Bawah Target, Hanya 11,5%

"Jadi sudah ada sampaian kajian itu ke pemerintah. Dari sisi harga sudah mulai cukup menarik," jelas Dadan.

Nilai investasi PLTN sendiri akan tergantung dari kapasitas yang akan dibangun. Dadan mengatakan, hal itu

tergantung dari kelas pembangkitnya, lalu dari jenis teknologi yang digunakan.

"Target untuk PLTN komersial yang dibangun sesuai RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) adalah membangun kerja sama internasional terkait studi pengembangan PLTN," jelasnya.

Dirjen EBTKE menyatakan, sudah diterbit keputusan Menteri ESDM untuk pembentukan tim terkait dengan persiapan penyusunan kelembagaan dari pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir.

"Kalau untuk PLTN dari sisi kajian atau studi memang lebih banyak leading sectornya ada di BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional). ESDM juga terlibat khususnya dalam litbang," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT