15 January 2022, 18:44 WIB

Atasi Ancaman Omikron, Pelaku Usaha Disarankan Miliki Rencana Operasi yang Tepat


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok. MI
 Dok. MI
 Ilustrasi aktivitas pekerja di pabrik pembuatan pompa pembangkit listrik.  

Covid-19 varian Omikron sudah masuk ke Indonesia, dan tentunya akan kembali membawa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Sejak awal, pandemi Covid-19 membawa dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dampaknya ke sektor ekonomi pun turut membebani masyarakat, hingga ke industri kecil maupun industri skala besar.

Puncak dari Covid-19 varian Omikron diprediksi akan terjadi pada Februari 2022. Prediksi tersebut disampaikan oleh epidemiolog Dicky Budiman. Ia menyampaikan “Potensi gelombang ketiga itu sulit dihindari, hal ini karena di setiap gelombangnya, imunitas masyarakat masih belum memadai untuk menghadapi Covid-19,”

Pemerintah pun dituntut untuk cepat tanggap dalam menangani Covid-19 varian Omikron ini. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan cepat, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi jadi lebih besar.

Sejatinya salah satu upaya pemerintah terhadap Covid-19 varian Omikron sudah cukup terlihat, dengan memberikan booster vaksin ke-3 secara gratis dan masif. Langkah antisipatif pemerintah ini tentu harus diapresiasi dan tentunya didukung oleh berbagai lapisan masyarakat.

R. Beniadi Setiawan, chairman Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) pun memiliki pandangannya sendiri soal Covid-19 varian Omikron, dan dampaknya terhadap sektor ekonomi.

ASEAN Elite Partner dari Purchasing and Supply Association (Singapore) ini juga menuturkan, “Meningkatnya (kasus) Covid-19 varian Omikron ini, dapat memperlambat proses pemulihan ekonomi Indonesia di 2022. Namun pemerintah masih tetap optimistis adanya peningkatan GDP atau gross domestic product hingga level 5.1 persen,”

Ia menambahkan “Agar dapat memaksimalkan peningkatan ekonomi Indonesia, diharapkan para pelaku usaha di Indonesia dapat memiliki rencana operasi yang tepat. Disiplin protokol kesehatan dan mitigasi risiko penyebaran virus harus menjadi perhatian."

“Setiap lini operasi perusahaan harus menjalankan protokol kesehatan, sebagai upaya meminimalisir risiko penyebaran dan penularan terhadap para pekerja operasi langsung,” kata Beniadi Setiawan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan dampaknya apabila perusahaan tidak menekankan pentingnya protokol kesehatan, apalagi jika tidak memiliki rencana mitigasi risiko penularan, “Dampaknya tentu penghentian operasi untuk sementara waktu, baik karena proses penyembuhan maupun isolasi para pekerja yang tertular,”

“Maka dari itu prinsip lean operations harus diterapkan dengan maksimal oleh para pemimpin perusahaan. Hal ini guna menjaga availability pekerja ooperasi langsung. Selain itu efisiensi biaya operasi juga dapat ditingkatkan untuk mengimbangi tambahan biaya mitigasi risiko penularan Covid-19 tersebut.” tutup Beniadi Setiawan. (OL-12)

BERITA TERKAIT