13 January 2022, 21:28 WIB

Amerika Izinkan Korsel Bayar Kompensasi kepada Perusahaan Iran


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK MI.
 DOK MI.
Ilustrasi.

AMERIKA Serikat mengizinkan Korea Selatan melakukan pembebasan sanksi yang memungkinkan negara itu membayar kompensasi senilai jutaan dolar yang telah jatuh tempo kepada investor Iran atas perselisihan pada 2010. Kementerian Luar Negeri Seoul mengatakan telah menerima lisensi khusus dari Departemen Keuangan AS yang memungkinkan pemerintah Korea Selatan membayar kompensasi kepada Grup Dayyani Iran.

"Lisensi memungkinkan penggunaan sistem keuangan AS untuk membayar kompensasi kepada investor swasta Iran," kata kementerian itu dalam suatu pernyataan. Pada 2018, Pusat Internasional untuk Penyelesaian Perselisihan Investasi memerintahkan Seoul untuk membayar 73 miliar won (US$61 juta) kepada Grup Dayyani atas pengambilalihan Daewoo Electronics yang gagal pada 2010.

Lisensi itu akan berfungsi sebagai dasar penting, tambah kementerian tersebut, untuk menyelesaikan perselisihan dengan investor Iran. Harapannya, itu akan membantu meningkatkan hubungan bilateral.

Pengumuman itu muncul lebih dari seminggu setelah Korea Selatan mengirim diplomat top ke Wina untuk melakukan pembicaraan dengan negosiator AS yang bekerja untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015. Republik Islam itu menjadi mitra dagang Timur Tengah terbesar ketiga Korea Selatan sebelum Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.

Iran telah menjadi pemasok minyak utama ke Korea Selatan yang miskin sumber daya. Sebaliknya Iran mengimpor peralatan industri, peralatan rumah tangga, dan suku cadang kendaraan dari Seoul.

Tahun lalu, Iran mengancam Korea Selatan dengan tindakan hukum kecuali Seoul merilis lebih dari US$7 miliar dana beku untuk pengiriman minyak. Di sela-sela pembicaraan nuklir pekan lalu, Korea Selatan mengatakan sedang mencari cara untuk menyelesaikan masalah aset Iran yang dibekukan di Korea.

Baca juga: Uni Eropa Blokir Megamerger Pembuat Kapal Korea Selatan

Prancis, Jerman, dan Inggris berpartisipasi dalam pembicaraan tentang kesepakatan nuklir pada 2015, bersama dengan Rusia dan Tiongkok. Amerika Serikat terlibat perundingan secara tidak langsung. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT