08 January 2022, 21:41 WIB

Rel Layang Ganda di Surakarta akan Kurangi Headway Kereta Jadi 15 Menit


Fetry Wuryasti | Ekonomi

MI/WIDJAJADI
 MI/WIDJAJADI
Maket proyek elevated rail Simpang Tujuh Joglo yang akan menjadi ikon pariwisata Kota Solo.

KEMENTERIAN ementerian Perhubungan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan pemerintah provinsi Jawa Tengah serta pemerintah Kota Surakarta memulai pembangunan rel ganda fase satu rel layang Stasiun Solo Balapan - Kalioso sepanjang 10 meter.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan rel ganda ini akan membuat kereta bandara teraglomerasi menghubungkan Kota Surakarta, Klaten, Karang Anyar dan Madiun.

"Sekarang kereta api bandara baru melayani perjalanan dengan headway atau lintas antar kereta selama 30 menit sekali. Kalau nanti headway sudah menjadi 15 menit sekali, akan membuat masyarakat Madiun, Karang Anyar, Solo, Klaten terhubung kereta api," kata Budi saat melakukan peresmian groundbreaking di Surakarta, Sabtu (8/1).

Selain itu, dibuatnya menjadi rel layang ganda, dipastikan akan mengurangi salah satu titik kemacetan di Kota Surakarta yaitu kawasan Simpang Joglo.

"Ini menjadi bukti keharusan rekayasa konstruksi agar kemacetan terurai dengan rel ganda dibuat elevated, menyelesaikan masalah keterhubungan jalur kereta api dan masalah di jalan raya," kata Budi.

Ketika kota-kota ini terhubung, kata Budi, tingkat mobilitas dan ekonomi daerah akan semakin meningkat. Untuk itu baik pembangunan rel layang dan rekayasa konstruksi jalan raya kawasan Simpang Joglo Surakarta ditargetkan selesai bersamaan pada 2023.

Baca juga: Pembangunan Rel KA Layang Terpanjang di Indonesia Dimulai

Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi menjelaskan pada pembangunan rel ganda fase 1 ini rel kereta api akan naik ke atas menjadi elevated sepanjang 1,8 km, di ketinggian 12 meter. Kemudian jalur bawahnya dilakukan rekonstruksi jalan kota, serta underpass jalan provinsi.

Selain itu dengan diangkatnya rel menjadi layang, saluran air dapat dibangun untuk mengatasi simpul banjir yang selama ini terjadi di area Simpang Joglo Surakarta.

"Konsep proyek besarnya membuat double track atau rel ganda dari stasiun Solo Balapan Surakarta hingga Semarang nantinya. Tapi kita baru mulai segmen Solo Balapan sampai Kalioso, 1 segmen," kata Harno.

Investasi untuk pembangunan fase 1 ini memakan biaya Rp920 miliar, menggunakan pembiayaan dari APBN dan Sukuk. Dia akui untuk pembangunan rel ganda akan memakan biaya besar, sehingga memang untuk membangun rel ganda hingga Semarang akan membutuhkan investasi dan waktu yang tidak sedikit.

"Paket 1 paket sudah kontrak, yang paket lain sedang di proses lelang. Jadi kalau sisi kereta api pendanaannya sudah tersedia, tinggal dilaksanakan untuk fase 1," kata Harno. (A-2)

BERITA TERKAIT