07 January 2022, 13:32 WIB

OJK akan Terus Perluas Akses Pembiayaan UMKM melalui Securities Crowdfunding


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso acara Pembukaan Bursa Efek Indonesia di Jakarta.

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan memperluas akses pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui platform Equity/Securities Crowdfunding atau ESCF

Equity/Securities crowdfunding (ESCF) merupakan salah satu skema pembiayaan alternatif penggalangan dana (raising fund) melalui pasar modal

Perkembangan ESCF yang pesat dinilai menjadi alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah dan murah bagi kalangan generasi muda dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang belum bankable untuk mengembangkan usaha.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso pada acara Pembukaan Bursa Efek Indonesia pada Senin (3/1) yang dibuka Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat peningkatan sebanyak 75% dalam jumlah penyelenggara ESCF.

Di tahun 2020, hanya ada empat penyelenggara dan di tahun 2021 terdapat tujuh penyelenggara yaitu Santara, Bizhare, Crowddana, Landx, Fundex, Shafiq, dan Danasaham.

"Tren investasi melalui platform ESCF juga meningkat sebanyak 319,56%  di mana perbandingan jumlah pemodal pada platform ESCF di tahun 2020 sebanyak 22.341 menjadi 93.733 di tahun 2021," kata Policy Director Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) Calvim Jonathan pada keterangan pers, Jumat (7/1)

Menurut Calvim, peningkatan jumlah pemodal juga dibarengi dengan lahirnya lebih banyak penerbit yang listing bisnisnya melalui skema urun dana.

Tercatat sebanyak 193 penerbit berhasil listing pada tujuh platform ESCF di tahun 2021 yang berarti terdapat peningkatan sebanyak hampir 50% dari tahun sebelumnya dan tentunya ini menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Potensi ESCF semakin jelas melalui data total dana yang terhimpun sebanyak lebih dari dua kali lipat.

Per 31 Desember 2021 total penghimpunan dana melalui SCF sebanyak Rp 412 miliar yang mana meningkat 115,48% jika dibandingkan dengan tahun 2020 sebanyak Rp 191,2 miliar.

Dengan dukungan OJK untuk memperluas dan mempercepat pelaku UMKM/UKM mendapatkan akses pasar modal melalui platform SCF.

Harapannya pada tahun 2022 industri SCF dapat terus berkembang pesat dan dapat menjangkau lebih banyak.

Dengan dukungan OJK untuk memperluas dan mempercepat pelaku UMKM/UKM melalui penyelenggara Santara, Bizhare, Crowddana, Landx, Fundex, Shafiq, Danasaham, dengan terus bertambahnya penyelenggara, kami dari ALUDI akan terus mengawal. 

"Kami juga membantu regulator dalam menjaga industri ini dengan peluncuran buku panduan, pengembangan website ALUDI, dan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus sehingga industri ini semakin banyak yang dapat meramaikan dan mengembangkan UMKM/UKM menjadi lebih maju," papar Calvim.

Salah satu platform penyelenggara SCF, Bizhare, sendiri mengalami pertumbuhan total penyaluran pendanaan sebesar 21 kali lipat dari bulan Mei ke Juli 2021, di mana sektor ritel dan makanan-minuman (F&B) menjadi sektor favorit para pemodal.

“Pertumbuhan total investor kami meningkat hingga 570% dari bulan Agustus ke September hingga mencapai 115,000 investor dari seluruh Indonesia, dengan total transaksi investasi sebesar 14,402 transaksi di akhir tahun 2021.” ungkap Calvim.

Hal senada juga disampaikan penyelenggara SCF di tahun 2022 ini Kevin selaku Founder & CEO Shafiq. Ia menegaskan pihaknya menargetkan pendanaan sebesar Rp 100 miliar,

Wakil Sekretaris Jenderal ALUDI, Founder & CEO Fundex, Agung, akan fokus menargetkan pertumbuhan 20-40 untuk equity maupun invoice financing.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Crowddana, Landx, Danasaham, dan Santara. Mereka mengatakan akan terus menambah jumlah UMKM/UKM yang masuk dalam pasar modal.

"Kami dari ALUDI dan para platform SCF optimis menyalurkan dana lebih dari Rp 500 miliar  sepanjang tahun 2022 ini , dengan total pendanaan mencapai Rp 1 triliun," jelas Calvim.

"Dengan begitu, tentunya bisa semakin berkontribusi positif bagi para pelaku UMKM dan pemodal, sehingga dapat memajukan ekonomi Indonesia bersama-sama," katanya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT