05 January 2022, 12:45 WIB

SEMA Siap Bangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum


mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Di pabrik PT Semacom Integrated Tbk (SEMA), pekerja memeriksa baterai listrik untuk kendaraan.

PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) siap mendukung pemerintah dalam program pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Dengan kepemilikan pabrik terintegrasi, SEMA optimistis dapat mendukung kebutuhan daya untuk fast charging station melalui dukungannya dalam pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Seperti diketahui, SEMA memiliki pabrik terintegrasi dengan satu fasilitas produksi berkapasitas masing-masing sebesar 685 kubikel panel listrik, 3.250 unit enclosure dan 7.000 unit baterai listrik per tahun.

Pabrik ini dilengkapi dengan fasilitas CNC line, uji coba (Dielectric Test & Secondary Injection), R&D, serta gudang material dan barang hasil produksi.

Direktur Utama SEMA, Rudi Hartono Intan, mengatakan sejak tahun 2020 lalu, SEMA telah memperluas segmen bisnisnya dengan memproduksi baterai listrik bekerja sama dengan PT Fiberhome Technologies Indonesia.

FiberHome adalah perusahaan telekomunikasi terkemuka dimana salah satu produknya adalah baterai litium ion. 

Hingga semester I tahun 2021 lalu, produk baterai yang diproduksinya memberikan kontribusi terhadap total pendapatan pada periode tersebut sebesar Rp15 miliar.

Meski relatif masih kecil, namun ke depan, Rudi optimistis bahwa permintaan produk baterai akan terus meningkat seiring dengan semakin ekspansifnya industri telekomunikasi di Indonesia. 

“Perseroan berencana melakukan diversifikasi usaha dengan membuka pasar baru sebagai pendukung industri energi terbarukan. Perseroan membidik pasar penyedia energi melalui produksi baterai untuk keperluan perusahaan telekomunikasi dan SPKLU,” ucap Rudi dalam keterangannya, Rabu (5/1).

Dengan mengestimasikan biaya investasi pembangunan SPKLU level 2 sebesar USD4.300 dan target kebutuhan SPKLU yang telah diproyeksikan oleh PLN pada 2021- 2025, maka terdapat potensi proyek minimum sebesar USD203 juta untuk perusahaan swasta.

Besarnya nilai proyek pembangunan SPKLU ini, Rudi berharap SEMA dapat memperoleh kontrak kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.  

Rudi menyatakan pihaknya siap membangun SPKLU ini di beberapa tempat strategis.

“Untuk mempertahankan pangsa pasar dalam industri panel listrik, baterai dan energi terbarukan, kami akan selalu melakukan usaha-usaha dalam memperbaiki dan meningkatkan kompetensi dan kualitas produk dengan melakukan inovasi produk, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta melakukan survey pasar,” sambungnya.

Sebagai informasi tambahan terkait SPKLU, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 187 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU dan 153 unit stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) telah dibangun dan beroperasi di dalam negeri. 

Kementerian ESDM juga mencatat per September 2021 ada 187 titik SPKLU yang tersebar di 155 lokasi di seluruh Indonesia. Kedepan jumlah SPKLU akan terus ditambah demi mendukung pengembangan mobil listrik di dalam negeri.

Oleh sebab itu peluang bisnis ini harus dimanfaatkan oleh produsen dalam negeri. Pemerintah telah mengeluarkan regulasi terkait infrastruktur pengisian listrik untuk KBLBB yang memberikan kemudahan pada investasi SPKLU.

Sementara itu perkembangan era digital telah mendorong pasar telekomunikasi dan data centre semakin meningkat signifikan terutama di tengah pandemi Covid-19 yang mendorong aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), industri informasi dan telekomunikasi (infokom) mengalami pertumbuhan sebesar 10,9 persen pada kuartal II 2020 (Q2 2020) apabila dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya (Q2 2019). Di tahun 2022 diramalkan oleh beberapa lembaga, industri ini akan kembali cerah.

Dengan asumsi pertumbuhan sektor infokom yang positif di tahun 2021, maka ini menjadi kesempatan yang besar bagi SEMA untuk memasarkan produk baterai ke pasar telekomunikasi.

Sebab industri sektor Infokom pasti akan membutuhkan baterai dan perangkat kelistrikan lainnya untuk mengoptimalkan layanannya.

Ditegaskannya bahwa hingga saat ini, SEMA merupakan salah satu perusahaan lokal yang telah memproduksi panel-panel untuk data center. 

“Dengan mempertimbangkan potensial bisnis yang ada, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan modul surya sebagai bagian dari energi terbarukan, kami telah mempertimbangkan dan mengkaji pengembangan bisnis untuk pengerjaan Inverter Modul Surya dan BOS (Balance of System) Modul Surya,” pungkas dia. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT