29 December 2021, 22:49 WIB

Keuntungan Merger Bekal Penting Indosat-Tri semakin Kompetitif


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara/Iggoy el Fitra.
 Antara/Iggoy el Fitra.
Teknisi memperbaiki perangkat di BTS salah satu provider seluler untuk sinyal yang lebih baik, di Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumbar.

MELALUI rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Indosat Tbk pada Selasa (28/12) sebanyak 99,99% pemegang saham menyetujui penggabungan usaha dengan PT Hutchison 3 Indonesia. Dengan persetujuan mayoritas ini--hanya 0,1% yang tidak setuju--proses merger akan mulus hingga melahirkan entitas baru bernama PT Indosat Ooredo Hutchison dengan jajaran direksi dan komisaris baru.

Nilai transaksi merger menjadi Indosat Ooredoo Hutchison diestimasi mencapai US$6 miliar. Bahkan, untuk tahun pertama perusahaan hasil merger diprediksi mampu membukukan laba bersih mencapai Rp1,3 triliun serta Rp3,8 triliun di tahun kedua.

Dalam dokumen keterbukaan informasi merger Indosat-Tri yang diterbitkan pada 24 Desember 2021 dan diunggah di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) ditegaskan bahwa pada 4 Januari 2022, Indosat dan Tri akan melakukan Penandatanganan Akta Penggabungan. Lalu, di hari yang sama menjadi tanggal efektif penggabungan usaha Indosat dan Tri. Baru pada 4 atau 5 Januari 2022, di awal hari perdagangan, BEI akan mengumumkan saham Indosat yang baru telah diterbitkan.

Bagi para investor, merger Indosat-Tri akan menciptakan sinergi-sinergi operasional yang signifikan. Ini akan memungkinkan investasi-investasi yang menguntungkan konsumen dan menghasilkan nilai bagi para pemegang saham Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha (Indosat). Posisi menguntungkan secara bisnis ini semakin diperkuat dengan masuknya dua nama populer ke jajaran Komisaris Indosat Ooredoo Hutchison, yakni Rudiantara (Komisaris Independen) dan Patrick Walujo (Komisaris). Keduanya dinilai akan memperbesar peluang Indosat untuk membentuk modal ventura.

Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M Edward menyebutkan bahwa Rudiantara yang mantan pelaku bisnis dan Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014–2019 dinilai sangat memahami bisnis dan regulasi, serta memiliki relasi yang kuat di sektor telekomunikasi. "Indosat Ooredoo Hutchison menjadi jelas secara bisnis dan regulasi, memiliki roadmap transformasi digital yang terarah," ujarnya. Sedangkan Patrick akan mempercepat Indosat Ooredoo Hutchison masuk ke ekosistem perusahaan rintisan, yang tak hanya berpeluang menambah pemasukan, tetapi juga pelanggan baru. "Indosat Ooredoo Hutchison bisa mendapatkan pelanggan seketika dan membundel layanan yang secara bisnis menjadi menarik dan kompetitif," pungkasnya.

Tentu saja, realisasi penggabungan Indosat-Tri ini ditunggu banyak pihak terutama para pelaku pasar modal. Pasalnya, aksi korporasi ini merupakan salah satu aksi merger berskala jumbo yang menjadi kado terindah di penghujung 2021. Diprediksi aksi serupa akan berlanjut di tahun depan karena XL Axiata akan segera merger dengan Axis. Aksi kedua korporasi telekomunikasi ini akan mewarnai tahun depan dengan aksi merger dan aksi akuisisi di sektor teknologi, terutama oleh perusahaan unicorn seperti Bukalapak, GoTo, dan Traveloka.

Banyak pengamat menilai bahwa strategi merger merupakan langkah perusahaan untuk mengantisipasi atau mempersiapkan bisnis dalam menghadapi pemulihan ekonomi di tahun depan. "Maraknya akuisisi dan merger pada 2021 menunjukkan optimisme bahwa Indonesia sedang dalam fase pemulihan ekonomi," ujar Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan. Di sisi lain, aksi bisnis tersebut dinilai dapat menjadi momentum percepatan sinergi dengan program pemerintah. Merger juga dapat membawa efek positif berupa persaingan usaha yang makin sehat dan efisiensi operasional sehingga menguntungkan konsumen secara luas seperti dalam penyediaan biaya internet yang lebih terjangkau.

Bergabungnya Indosat dan Tri ini akan mempercepat proses transformasi digital serta memberikan kontribusi dalam pemerataan layanan telekomunikasi di Indonesia. "Telkomsel menyambut baik atas konsolidasi Indosat dan Tri. Diharapkan aksi korporasi kedua perusahaan dapat menyehatkan serta mendorong perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia," ujar Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (29/12/2021).

Yang pasti, penggabungan bisnis kedua perusahaan ini dapat menciptakan sinergi yang menghasilkan skala ekonomi tertentu, memperkuat struktur permodalan, meningkatkan ketrampilan manajemen dan karyawan maupun menciptakan peluang ekspansi, baik pada lini produk maupun area pasar yang belum terjangkau. Di sisi lain, merger juga dapat saling melengkapi dan menciptakan perusahaan telekomunikasi digital yang lebih kuat, bakal memperluas jangkauan jaringan dan meningkatkan kecepatan internet. Merger juga akan membuat Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha (Indosat) berada pada posisi yang lebih baik untuk meluncurkan layanan 5G.

Terkait layanan 5G, Telkomsel tercatat sebagai operator pertama yang telah meluncurkan layanan 5G komersial di beberapa wilayah di Indonesia. Kemudian Indosat juga telah meluncurkan layanan 5G di Makassar, Solo, Jakarta, dan Surabaya. XL juga mengeklaim telah meluncurkan layanan 5G di Medan, Depok, Jakarta Selatan, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, serta mengungkapkan rencana untuk memperluas jaringan di luar Jawa menargetkan kota-kota lain termasuk Medan, Banjarmasin, dan Makassar. Operator nasional lain--3 dan Smartfren--masih mempersiapkan jaringannya untuk menerapkan teknologi baru.

Tak hanya itu, penggabungan dua perusahaan operator seluler ini juga fokus untuk memberikan pengalaman terbaik pada pelanggan, terutama dalam merasakan inovasi yang lebih besar dan akselerasi layanan digital baru. "Pelanggan akan mendapatkan keuntungan dari perluasan jangkauan jaringan setelah proses penggabungan dan integrasi aset jaringan yang saling melengkapi dari kedua perusahaan selesai. Pelanggan akan menikmati kecepatan internet yang lebih tinggi," kata Senior Vice President Corporate Communications Indosat Ooredoo Steve Saerang.

Pernyataan Steve Saerang itu selaras dengan hasil Laporan OpenSignal per Desember 2021 terkait Pengalaman Jaringan Seluler di Indonesia. Dalam laporan terbaru yang melibatkan lima operator nasional Indonesia yakni Indosat, 3, Smartfren, Telkomsel, dan XL, menempatkan 3 (Tri) sebagai operator teratas dalam pengalaman gim dan aplikasi suara. Artinya, para pelanggan bisa menikmati pengalaman terbaik saat bermain gim seluler multipemain dan menggunakan aplikasi suara over-the-top (OTT) saat terhubung ke jaringan seluler 3 di Indonesia.

Sedangkan untuk pengalaman kecepatan unduh dan kecepatan unggah, OpenSignal menggarisbawahi bahwa kedua operator, Indosat dan XL, hanya berjarak 1 Mbps untuk mengalahkan Telkomsel dalam masing-masing penilaian tersebut. Jadi, bisa dibayangkan, jika hasil merger Indosat-Tri, Indosat Ooredoo Hutchison akan menjadi salah satu operator jaringan seluler terbesar dan terkuat di Indonesia yang siap menyalip Telkomsel.

Baca juga: Komitmen Terhadap Lingkungan dan Masyarakat, Pupuk Kaltim Raih PROPER Emas Kelima 

Yang pasti, ini menjadi bekal utama bagi Indosat-Tri untuk mengarungi industri telekomunikasi yang semakin kompetitif dengan mengedepankan layanan digital di samping layanan konektivitas. Sebagaimana disampaikan oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) bahwa pertumbuhan pendapatan dari layanan digital bisa mencapai 12% per tahun. Sedangkan pertumbuhan pendapatan operator dari layanan teknologi informasi dan komunikasi hanya 8% per tahun serta dari layanan konektivitas sekitar 4% per tahun. (OL-14)

BERITA TERKAIT