27 December 2021, 08:49 WIB

Izin Raw Sugar Belum Turun, Pasokan Gula Rafinasi Terancam Tersendat


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara/Angga Yuniar
 Antara/Angga Yuniar
Izin impor untuk bahan baku gula rafinasi tersendat. 

INDUSTRI makanan dan minuman (mamin) harus bersiap menghadapi gangguan pasokan gula rafinasi. Pasalnya hingga saat ini izin impor bahan baku gula rafinasi masih belum keluar.
Selama ini kebutuhan akan gula rafinasi belum bisa dipenuhi dari produksi gula dalam negeri. Adapun  Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMI) memprediksi kebutuhan gula rafinasi tahun depan meningkat 5% seiring dengan pulihnya perekonomian. 

Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriadi menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi impor berdasarkan rapat koordinasi terbatas (rakortas) pada 26 Oktober. 

Namun demikian, rekomendasi itu kemudian mengalami penyesuaian karena penerapan Permendag Nomor 20 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. 

"Pak Dirjen saja sudah 2 kali (keluarkan) rekomendasinya," ujarnya. 

Pihaknya pun telah melakukan penyesuaian dengan menginput data ke Sistem SNANK di Indonesia National Single Window (INSW).  Namun hingga kini posisinya belum dapat diketahui. 

Guna mengantisipasi tersendatnya pasokan,Kementerian Perindustrian sendiri telah mengirim surat ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mempercepat proses tersebut. 

"Sekarang dengan INSW kita tidak bisa melihat. Sebab seperti itu sistemnya," tandasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman mengatakan pihaknya mendengar bahwa proses perizinan masih berlangsung.

"Kementerian sedang proses izin," ujarnya. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT