24 December 2021, 09:36 WIB

Kemenkop UKM Fokus Jalankan Program yang Mampu Dongkrak Skala Ekonomi UMKM


Despian Nurhidayat | Ekonomi

dok.kementerian koperasi dan UKM
 dok.kementerian koperasi dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, di bawah kepemimpinannya, Kementerian Koperasi dan UKM tetap fokus menjalankan program-program yang mampu mendongkrak skala ekonomi UMKM.

"Sejak saya dipercaya menjadi Menteri di Kemenkop UKM, saya diminta Presiden Joko Widodo untuk me-redesign kebijakan untuk pengembangan UMKM, mengubah struktur ekonomi kita yang berpuluh-puluh tahun didominasi oleh sektor mikro," ungkapnya dalam Refleksi Tahun 2021 dan Outlook Tahun 2022 Kementerian Koperasi dan UKM yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/12).

Menurut Teten, kebijakan di Kemenkop UKM yang berlangsung saat ini, tak bisa meneruskan kebijakan-kebijakan lama, yang tak mampu mengubah struktur ekonomi. Pasalnya sejak krisis 1998, 2008 dan saat ini krisis akibat pandemi, sektor ekonomi mikro yang masih mendominasi usaha.

"Memang sekitar 97% penyerapan tenaga kerja itu didominasi UMKM, namun UMKM nya masih level mikro, di mana sistem ekonominya unstable tingkat rumah tangga. Untuk itu, sektor ini perlu kita naikkan, jangan jadi mikro terus," ujar Teten.

Teten mengakui, saat ini mindset UMKM mulai sedikit berubah. Jika dulu hanya berkutat pada usaha yang itu-itu saja. Sekarang UMKM mulai mengubah sedikit demi sedikit konsep usaha dengan berbagai inovasi.

"Jadi kesadaran untuk naik kelas ini sudah mulai timbul," tegasnya.

Pemerintah sambung Teten, juga harus segera menyediakan lapangan kerja yang berkualitas. Upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan dari pemerintah. Untuk itu berbagai kolaborasi, inovasi usaha di level kecil, menengah hingga korporasi turut berkontribusi menyediakan lapangan kerja. Sehingga kelompok ekonomi kelas menengah semakin tumbuh.

Teten mengingatkan kepada jajarannya bahwa, Kemenkop UKM engurusi sekitar 99,9% pelaku usaha di Indonesia. "Artinya keberadaan Kementerian Koperasi dan UKM ini sangat vital bagi ekonomi Indonesia. Nggak bisa kita ngurus kementerian dengan asal-asalan. Bagaimana kita bisa mengubah struktur ekonomi Tanah Air, kalau kitanya sendiri tak mengubah mindset, menyamakan persepsi dan berinovasi. Kementerian ini tidak bisa membuat program yang biasa-biasa saja," imbau Teten.

Tak hanya itu, Teten juga menyinggung soal anggaran negara yang diamanatkan kepada Kemenkop UKM, untuk digunakan sebaik-baiknya. Dia meminta, anggaran kementerian jangan baru diserap jelang tutup tahun.

"Ini nggak boleh seperti ini terus. Belajar dari pengalaman tahun lalu, biasanya 3 bulan jelang akhir tahun baru sibuk menyerap anggaran. Saya minta semua perencanaan program dan tender-tender bisa diselesaikan sejak Desember ini, sehingga awal Januari kita bisa mulai lagi yang baru," tegasnya.

Menurut Teten, jika penyerapan anggaran secara cepat dan tepat waktu, ini akan berkontribusi juga pada ekonomi nasional. Di mana pertumbuhan ekonomi itu tumbuh, karena ditopang dari belanja negara.

"Kita perlu menjaga kepercayaan market dengan mengelola anggaran secara baik," pungkas Teten. (OL-12)

BERITA TERKAIT