22 December 2021, 18:21 WIB

Parafest 21:Tradisi Pangan Lokal untuk Masa Depan Indonesia


mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK PARAFEST 2021
 DOK PARAFEST 2021
  

FESTIVAL Panen Raya Nusantara (Parafest) 2021 telah dimulai secara resmi sejak Kamis, 2 Desember 2021. Festival Panen Raya Nusantara 2021 mengangkat tema 'Tradisi Pangan Lokal untuk Masa Depan Indonesia'.

Parafest 2021 digelar dengan konsep menggabungkan kegiatan-kegiatan offline dan online (hybrid). Seluruh kegiatan yang diselenggarakan dipastikan mengikuti aturan serta prosedur Covid yang berlaku di setiap wilayah.

Sequence Pertama (2-4 Desember 2021)
Hari pertama Acara Panen Raya Nusantara diawali dengan kata sambutan dari Jusupta Tarigan selaku Ketua Konsorsium PARARA. Dalam kata pembukaannya Jusupta menyampaikan bahwa pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah hingga saat ini merupakan suatu upaya untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat indonesia secara adil dan merata.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang diwakili Riza Damanik, menyampaikan kata sambutan untuk
para hadirin di Festival Panen Raya Nusantara. Kehadiran Kemenkop UKM menjadi bukti apresiasi dari pemerintah untuk pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Menkop dan UKM selalu menyampaikan bahwa kita harus inisiatif untuk mendorong UMKM yang telah berpartisipasi dalam membentuk Indonesia yang ramah lingkungan, terutama dalam pandemi ini

Pada sesi talk show UMKM, dibahas mengenai perizinan dan juga legalitas dalam melakukan usaha, terutama bagi pemilik usaha mikro, mulai dari pengertian. Di sesi talk show ini para hadirin akan diedukasi mengenai hal apa saja yang diperlukan ataupun persyaratan bagi mereka yang ingin memulai bisnis mikro kecil dan menengah (UMKM) ataupun bagi mereka yang sudah terjun ke dunia UMKM.

Berikutnya ada sesi 'Selamatkan Tradisi, Pangan Lokal'. Di sesi ini, para hadirin akan diedukasi tentang pentingnya melestarikan tradisi kita sendiri dan juga pangan lokal.

Sesi talk show ini dimoderatori oleh Jusupta Tarigan yang juga Direktur Eksekutif NTFP-FP Indonesia. Sesi ini juga mendatangkan 2 narasumber yang  menceritakan mengenai pentingnya memelihara tradisi kita dan juga pangan lokal.

Dilanjutkan dengan sesi 'Fair Trade'. Sesi Fair Trade adalah sesi di mana akan dibahas lebih lanjut tentang praktik Tentang Perdagangan yang adil di lingkup lokal, regional, dan global. Talk show akan dimulai Netty Febriana. Netty merupakan perwakilan dari Forum Fair Trade Indonesia (FFTI).

Setelah itu, sesi dilanjutkan oleh Dr Panchakshara, perwakilan dari WFTO- Asia (World Fair Trade Organization). Beliau akan membahas perkembangan dan
juga kemajuan dari Fair Trade yang berskala Asia.

Lalu, dilanjutkan oleh Tamara, Kepala Eksekutif WFTO. Tamara akan membahas tentang perkembang revolusioner WFTO dan sejarah WFTO.

Sesi terakhir adalah sesi Market Place. Sesi ini adalah sesi terakhir pada Festival PARARA 2 Desember.

Di hadapan para hadirin juga dihadirkan berbagai macam barang lokal yang menarik dari berbagai daerah.

Hari kedua Festival Panen Raya Nusantara diawali Sesi Tropenbos. Tropenboa adalah organisasi yang memiliki tujuan memperbaiki sumber daya alam Indonesia serta meningkatkan usaha lokal terkhusus untuk UMKM. Pada sesi talk show ini, akan lebih mengarah kepada bagaimana pembiayaan para UMKM terutama di sektor pertanian dan perhutanan.

Selanjutnya terdapat sesi 'Producer Meets Consumers'. Sesi ini merupakan sesi demo memasak. Sesi ini akan membawakan tema 'Makanan Khas Adat Krayan yang berasal dari Kalimantan Utara'. Pada sesi ini dihadirkan masyarakat asli Kalimantan Utara. Mereka ditemani Chef Ragil Imam Wibowo (Chef Owner of Nusa Indonesian Gastronomy).

Pada sesi KUPS, dibahas sejarah bagaimana awal mula kelompok bernana Jaso Mande. Di sesi ini juga dibuka peluang usaha untuk menjual tepung beras.

Dimulai dari pekerjaan. Sebanyak 85% masyarakat berprofesi sebagai petani padi sawah hingga visi dan misi untuk menciptakan sumber daya wanita yang mandiri.

Pada sesi terakhir, yaitu Penjaminan dibahas tentang PGS. PGS merupakan pemberian jaminan dari kelompok tani organik dalam mengelola, produksi, dan pemasaran produk pertaniannya secara standar nasional Indonesia (SNI).

Sesi ini menghadirkan 4 narasumber dan 1 moderator. Sesi yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini membahas tujuan adanya PGS hingga produk dan perbandingannya di negara-negara lain.

Hari ke-3 dimulai dengan sesi 'KPAM (KOPERASI PRODUSEN AMAN MANDIRI) PENDANAAN DAN USAHA KOMUNITAS ADAT'. Sesi ini mengangkat persoalan yang sangat umum dibicarakan terkait modal pendanaan atau permodalan yang dapat dibangun serta mudah diakses,
termasuk jenis usaha yang dpt di kembangkan oleh masyarakat adat dan komunitas lokal.

Kemudian diilanjutkan dengan sesi 'Talk Show Jaga Laut Jaga Kehidupan. KIARA'. Di sesi ini para hadirin akan berdiskusi tentang bagaimana dan pentingnya laut dan menjaga ekosistem laut agar tetap terjaga keindahan dan keasrian alamnya,

Sesi dilanjutkan dengan sesi 'Parara Stokis'. Sesi ini bertema ‘'Semakin Dekat Semakin Sehat’'.

Dan di akhir sesi akan ada sesi kuis yang berhadiah produk parara.

Di Sesi Parara Baking Hour ini ada video resep memasak menggunakan Lokal Gluten Free Flour yang membimbing penonton untuk membuat resep makanan yang enak dan tentunya sehat. Sesi ini dibawakan oleh Chef dan owner dari Cakes Studio, Cut Dewi.

Dilanjutkan dengan Sesi Pasar Online. Pada sesi ini Produk-produk dari Parara akan dijual langsung melalui live zoom youtube dan instagram.

Sesi berikutnya adalah sesi Pasar Rakyat dari Kampung Adat. Pada Sesi ini juga merupakan sesi penjualan secara online. Bedanya produk sekarang yang dijual dari Toraja.

Sesi ini dibawakan oleh host dari Gerai Nusantara, Susi Situmorang. Di sesi terakhir hari ke-4 ini ditutup dengan tips and tricks dan pembelajaran membatik menggunakan pewarna alami dan pengenalan pewarna-pewarna alami batik dan mengetahui tentang Macam Batik dan pewarna alaminya,

Sequence kedua, 11-12 Desember 2021
Sequencing ke-2 diawali dengan sesi demo masak dengan mengangkat tema 'Tradisi Pangan Lokal untuk Masa Depan Indonesia'. Makanan yang dipresentasikan membawa unsur bahan asli dari Sulawesi Tenggara.

Lalu dilanjutkan dengan penampilan tarian tradisional asli Kalimantan yang merupakan persembahan dari Talino Raya Benuang. Lalu dilanjut dengan sesi talk show membawa topik, 'Mendorong Pemanfaatan HHBK dan Pertanian untuk Ketahanan Pangan'. Sesi ini berguna untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sistem pertanian kita.

Tak sampai di situ, terdapat pula sesi-sesi menarik lainya. Antara lain mendatangkan kembali sesi parara baking hour. Pada sesi ini diperagakan cara membuat makanan dengan bahan dasar sorgum, dan tentunya Gluten free.

Di hari ke-2, dibuka dengan Bazar secara online/virtual. Kemudian dilanjutkan dengan sesi talk show Merauke yang berlangsung LIVE dari Merauke dan menampilkan kekayaan flora fauna Papua khususnya Merauke. Selqin itu juga menampilkan Budaya Tokok Sagu. Ini adalah kegiatan pangkur sagu, panen ubi kayu atau singkong, dan berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat sebagai sumber pangan di Merauke.

Lalu dilanjutkan dengan sesi coaching fotografi. Sesi ini bertujuan meningkatkan antusias para hadirin dalam mengikuti lomba fotografi yang diadakan oleh Festival Parara.

Di Akhir acara, sesi dimeriahkan dengan sesi Jelajah Bali bersama komunitas JendraNath yang  berlangsung LIVE di Bali dengan mengangkat tema, 'Cerita Pangan Lokal dan Tari-Tarian'.

Sequence ketiga, 17-18 Desember 2021
Sequencing ke-3 diawali dengan sesi kolaborasi bersama Binus University yang membahas penguatan branding dan media sosial untuk pemasaran. Di sini, mahasiswa-mahasiswa dari Binus memberi presentasi tentang UMKM lokal dan menjelaskan mengenai teknik pemasaran yang akan mereka implementasi.

Kemudian terdapat talk show 'Inspirasi dari Timur' yang membahas topik 'Sumber Pangan untuk Daulat Pangan'. Lalu, sesi terakhir adalah pemutaran film lokal berjudul Sejengkal (A Little Twist).

Di hari ke-2 di sequencing ke-3 acara dimulai dengan menampilkan live music performance yang lalu dilanjutkan dengan sesi jelajah rempah NUSANTARA dari timur. Sesi dilanjutkan dengan melakukan sesi pemutaran video lalu dilanjutkan dengan sesi talk show mengenai citarasa kopi masyarakat adat.

Tak hanya berakhir di situ, sesi berlanjut dengan pembuatan masker berbahan dasar kain tenun. Sesi lalu dilanjutkan dengan mengadakan kembali PARARA Baking Hour yang ke-3 dengan memberikan tips and trick mengenai resep makanan berbahan dasar sagu.

Sesi lalu diakhiri dengan mengumumkan pemenang lomba fotografi yang dibawakan sendiri oleh Ibu Bibong. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT