20 December 2021, 13:06 WIB

Pendapatan Anjlok, Garuda PHK 200 Pilot dan Potong Gaji Karyawan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

dok.Antara
 dok.Antara
Selama pandemi pendapatan PT Garuda Indonesia (persero) turun drastis sehingga memberhentikan 200-an pilotya dan memotong gaji karyawannya.

DIREKTUR Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra mengakui telah memberhentikan ratusan pilot dan memotong gaji karyawan, akibat menurunnya pendapatan perusahaan selama pandemi.

Pendapatan penumpang Garuda mengalami penurunan di kuartal III 2021 dengan mengantongi US$99,8 juta, anjlok dibandingkan kuartal II tahun ini dengan meraup US$191,9 juta.

Kondisi keuangan Garuda juga diperparah dengan adanya utang segunung yang mencapai US$9,8 miliar atau sekitar Rp139 triliun.

"Khusus jumlah pilot ada turun cukup besar lebih dari 200 lebih orang dan kami kini memberlakukan periode kerja bergilir," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (20/12).

Periode kerja bergilir yang dimaksud adalah, ketika pilot atau awak maskapai tidak melakukan penerbangan di bulan tertentu, maka Garuda tidak melakukan pembayaran gaji ke karyawan.

"Ini berdasarkan kesepakatan bersama yang terbaik demi kepentingan perusahaan dan pegawai," ucap Irfan.

Dari Januari sampai November tahun ini, maskapai nasional itu sudah menurunkan atau memangkas jumlah pegawai sebanuak 30,56% dari 7.891 pegawai menjadi 5.400 pegawai lebih.

Dengan langkah itu, Dirut Garuda mengaku, beban operasional yang bersifat fixed mengalami penurunan menjadi US$105,6 juta di kuartal III 2021 atau menyusut 0,75% dibandingkan kuartal II 2021 dengan US$106,4 juta.

"Itu kenapa cost bisa turun, selain penurunan jumlah pegawai, kami juga pelakukan pemotongan gaji di seluruh posisi termasuk direksi dan komisaris," tutup Irfan. (OL-13)

Baca Juga: Tiga Fraksi DPR Disebut Setuju Membentuk Pansus Garuda Indonesia

BERITA TERKAIT