16 December 2021, 12:00 WIB

Bursa Panik Omicron Telah Masuk Indonesia, Pengamat : Kepanikan hanya Sementara


Fetry Wuryasti | Ekonomi

Antara/Reno Esnir
 Antara/Reno Esnir
Investor melihat papan harga perdagangan bursa efek Indonesia.

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merosot setelah Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan terdeteksinya varian Omicron di Indonesia.

IHSG pada sesi 1 perdagangan menyentuh 6.579,36 (- 0,71%), dari 6.626,26, setelah sempat terapresiasi ke level 6.648,29. Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan ini hanya sementara.

Dia katakan dari mulai awal Omicron memang sudah didengungkan-dengungkan oleh WHO yang berasal dari Afrika dan sudah menyebar di hampir semua wilayah termasuk Indonesia.

"Walaupun baru satu orang yang kena, ini mengindikasikan Indonesia harus berhati-hati dengan Omicron karena penyebarannya 70 kali lebih cepat dibandingkan varian Delta yang hanya 24 jam," kata Ibrahim, Kamis (16/12).

Ini yang ditakutkan oleh pemerintah maupun oleh pelaku pasar sehingga berdampak pada indeks saham gabungan, yang saat ini beralih yang tadinya menghijau menjadi merah.

"Panik pasar kemungkinan besar hanya bersifat sementara karena penanganan Covid-19 di Indonesia cukup bagus dan pemerintah proaktif lakukan vaksinasi. Ini yang akan mendorong Rupiah dan IHSG mengalami penguatan," kata Ibrahim. (Try/E-1)

BERITA TERKAIT