14 December 2021, 17:30 WIB

Urbanisasi Diprediksi Capai 82%, Menkominfo: Smart City Jadi Urgen


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/INSI NANTIKA JELITA
 MI/INSI NANTIKA JELITA
Menkominfo Johnny G Plate dalam acara Gerakan Menuju Smart City di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Selasa (14/12).

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menuturkan, diperlukan strategi pengembangan kota yang akomodatif terhadap perkembangan zaman dengan pengembangan smart city atau kota cerdas.

Pasalnya, pada 2045 mendatang diproyeksikan 82,37% penduduk Indonesia akan hidup di kota atau dikenal urbanisasi.

"Pengembangan smart city di Indonesia menjadi urgen dan signifikan karena akan menjawab tantangan kependudukan," ungkapnya dalam acara Gerakan Menuju Smart City di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Selasa (14/12).

Dengan penetrasi internet yang dinilai terus meningkat di Indonesia, yang mana pada awal Januari 2021 lalu telah mencapai 73,7% dari jumlah populasi yang ada , maka utilisasi layanan digital secara nasional juga harus ditingkatkan.

Dalam menyambut arus digitalisasi ini, pemerintah kota (pemkot) dimintah untuk memanfaatkan teknologi, termasuk teknologi Internet-of-Things (IoT), guna meningkatkan produktivitas serta optimalisasi layanan pada masyarakat.

Baca juga: 

Johnny mengatakan, teknologi IoT akan berkembangan pesat di 2025, di mana akan terdapat 41,6 milar perangkat IoT yang terpasang secara global.

"Di Indonesia, jumlah perangkat IoT diperkirakan akan mencapai 400 juta perangkat di 2022 dan akan meningkat menjadi 678 juta perangkat di l 2025 dengan hadirnya 5G," jelas Politikus NasDem ini.

Nilai pangsa pasar IoT di Indonesia pun juga diperkirakan mengalami peningkatan, dari Rp355,2 triliun di 2022 menjadi Rp557 triliun di tahun 2025.

"Ke depan akan terjadi pula peningkatan volume data secara signifikan, seperti contohnya sebuah smart city dengan 1 juta penduduk dapat menghasilkan 200 petabytes data setiap harinya," urainya. (A-2)

BERITA TERKAIT