03 December 2021, 20:32 WIB

Shell Hengkang dari Proyek Ladang Minyak Laut Utara


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Adrian Dennis.
 AFP/Adrian Dennis.
Logo Shell.

ROYAL Dutch Shell hengkang dari proyek ladang minyak Cambo yang direncanakan di lepas pantai Skotlandia karena keuntungan finansial yang tidak mencukupi. Ditambah lagi, perusahaan energi itu menghadapi tekanan kuat untuk beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Shell, yang memiliki kepemilikan 30% dalam pengembangan North Sea (Laut Utara), mengatakan Kamis (2/12) malam bahwainvestasi itu tidak cukup kuat.

Keputusan itu muncul setelah negara-negara besar bulan lalu sepakat pada KTT iklim COP26 di Skotlandia untuk mengekang penggunaan bahan bakar fosil.

Shell menghadapi tekanan yang meningkat dari para aktivis terkait cara perusahaan dijalankan. Maklum, dunia bergerak menuju target nol emisi karbon.

Cambo, yang masih menunggu lampu hijau dari pemerintah Inggris, telah diganggu oleh protes dari para aktivis lingkungan. Ada juga tentangan dari Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon dengan alasan iklim.

"Setelah penyaringan komprehensif dari pengembangan Cambo yang diusulkan, kami menyimpulkan alasan ekonomi untuk investasi dalam proyek ini tidak cukup kuat saat ini serta memiliki potensi penundaan," kata Shell dalam suatu pernyataan.

Baca juga: Laba Saudi Aramco Kuartal II Bangkit ke Tingkat Prapandemi

Siccar Energy, yang memegang 70% sisa saham, menyatakan kekecewaannya atas berita tersebut. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT