30 November 2021, 15:09 WIB

Temukan Cadangan Migas di Natuna Timur, SKK Migas: Ini Sumur Kunci


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

FOTO-FOTO/DOK BAKAMLA
 FOTO-FOTO/DOK BAKAMLA
Patroli keamanan laut di wilayah Natuna, Kepulauan Riau.

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil Tuna B.V. berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Tuna yang terletak di lepas pantai Natuna Timur, tepat di perbatasan Indonesia-Vietnam.

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengungkapkan, temuan cadangan ini diperoleh melalui pengeboran dua sumur delineasi Singa Laut (SL)-2 dan Kuda Laut (KL)-2. Pihaknya mengkategorikan kedua sumur ini ke dalam sumur kunci tahun 2021.

“Keberhasilan kedua sumur ini akan membuka peluang penemuan hidrokarbon lainnya di area tersebut. Kedua sumur ini menemukan potensi minyak dan gas dari Formasi Gabus, Arang, dan Lower Terumbu," ungkap Benny dalam keterangannya saat acara 2nd International Convention on Upstream Oil dan Gas 2021, Bali, Selasa (30/11).

Temuan cadangan di struktur SL dan KL ini dianggap SKK Migas, berpotensi menjadi temuan migas ekonomis pertama yang dapat berproduksi di Cekungan Natuna Timur.

Baca juga: Komisi VII DPR: RUU Migas Rampung Dibahas di 2022

"Selain bertambahnya cadangan migas nasional, temuan tersebut juga semakin menegaskan kedaulatan Wilayah Republik Indonesia utamanya di perbatasan antara Indonesia-Vietnam,” tegasnya.

Saat ini, SKK Migas bersama Premier Oil Tuna B.V. tengah melakukan koordinasi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat menghitung secara terukur besaran cadangan hidrokarbon di struktur SL dan KL di sumur tersebut.

Benny menambahkan, Evaluasi Penentuan Status Eksplorasi atau PSE dan studi-studi pendukung usulan Plan of Development proyek tersebut akan mulai pada awal Januari 2022.

Pihaknya menjelaskan, tajak Sumur SL-2 dilaksanakan pada 3 Juli 2021 dengan target batupasir Formasi Gabus. Sumur ini berhasil mengalirkan sejumlah gas dan kondensat yang cukup signifikan dari 1 interval DST. Sumur SL-2 dikatakan selesai beroperasi pada 7 September 2021 dan kemudian berpindah ke lokasi struktur KL untuk melakukan pengeboran sumur KL-2.

Sumur KL-2 sendiri ditajak pada 10 September 2021 dengan target Formasi Lower Terumbu. Sumur ini berhasil mengalirkan sejumlah minyak, gas, dan kondensat yang cukup signifikan dari 2 interval DST. Sumur ini dapat diselesaikan pada 18 November 2021.

SKK Migas menyebut, selama periode 2019-2021 Premier Oil telah melakukan akuisisi seismik 3D di WK Andaman II dan pengeboran sumur eksplorasi di Wilayah Kerja Tuna.

“Kami mengapresiasi langkah Premier Oil yang tetap melakukan investasi untuk kegiatan eksplorasi di Indonesi. Tahun depan, mereka juga berencana untuk melakukan setidaknya satu pengeboran eksplorasi deepwater frontier di WK Andaman II,” pungkas Benny. (OL-4)

BERITA TERKAIT