19 November 2021, 23:07 WIB

Tangani Banjir Sintang, Pemerintah akan Bangun Bendungan


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Antara
 Antara
Banjir Sintang

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun bendungan di hulu Sungai Pinoh, Kalimantan Barat, sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir di kawasan tersebut. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pada 2022, pihaknya akan mulai melakukan survei, investigasi dan desain (SID). Adapun, pembangunan akan dilaksanakan pada 2023. "Mungkin dua bulan ini kita akan cari lokasi. Tahun depan kita buat desain dan 2023 kita bangun," ujar Basuki saat ditemui di Persemaian Modern Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/11).


Selain membangun bendungan, pemerintah juga akan mengeruk dan merehabilitasi danau-danau.

Berdasarkan data Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan i Ditjen Sumber Daya Air, terdapat lebih dari 50 danau di sepanjang Sungai Kapuas. "Kita akan hitung kapasitas tampung danau-danau alami tersebut untuk direhabilitasi. Pada tahun ini, kita sudah lakukan pengerukan tiga danau, dan dilanjutkan dengan tukuh danau pada 2022. Sisanya dilanjutkan pada 2023," tuturnya.


Adapun, untuk penanganan jangka pendek, Kementerian PU-Pera akan memasang geobag di area yang terdampak banjir besar.

Untuk itu, Basuki telah menugaskan BWS Kalimantan I dan PT Wijaya Karya untuk segera bergerak karena BMKG memprediksi puncak hujan akan terjadi di sekitar Januari-Februari 2022.

"Jadi harus segera kita buat geobag yang kuat pada area yang tepat" ucapnya.


Dalam kesempatan itu, Basuki juga menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di Sintang dan beberapa kabupaten di Kalimantan Barat terjadi karena curah hujan tinggi serta daerah tangkapan air (catchment area) di hulu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi sudah banyak berkurang. Akhirnya, sungai-sungai meluap terutama pada titik pertemuan yang padat penduduk. (OL-8)

BERITA TERKAIT