18 November 2021, 17:23 WIB

Presiden Targetkan Angka Kemiskinan Ekstrem 0% pada 2024 


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Antara/Asep Fathulrahman
 Antara/Asep Fathulrahman
Suasana di perkampungan prasejahtera di Banten

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan jajaran menterinya untuk menurunkan kembali tingkat kemiskinan hingga berada di kisaran 9% pada 2022 mendatang. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Tanah Air pada Maret 2021 mencapai 10,14%. 

Skor tersebut lebih tinggi dari periode yang sama di 2020 yang hanya 9,78%. Bahkan, pada September 2019, jumlah kemiskinan hanya 9,22% dari total populasi. 

"Arahan presiden terkait agenda kemiskinan, targetnya di 2022 itu kembali di bawah 10%. Di kisaran 8,5%-9%," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/11). 

Untuk mencapai target tersebut, sejumlah strategi telah disiapkan pemerintah. 

Salah satunya adalah dengan menambah program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebesar Rp300 ribu selama 3 bulan. 

Baca juga : Bank Indonesia Prakirakan Pertumbuhan Ekonomi Global 5,7% pada 2021

Bantuan tersebut akan diberikan pada 694 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Selain BLT Desa, bantuan berupa bahan pangan pokok senilai Rp300 ribu juga akan diberikan melalui program Kartu Sembako. Bantuan tersebut akan diberikan selama tiga bulan untuk 1,4 juta KPM. 

Lebih ambisius lagi, kepala negara bahkan meminta agar kemiskinan ekstrem turun hingga 0% di 2024. 

Target tersebut sudah dilaksanakan secara bertahap mulai tahun ini. 

"Program sudah berjalan di 35 kabupaten/kota di tujuh provinsi mulai tahun ini. Tahun depan kita lakukan di 212 kabupaten/kota dengan prioritas perluasan dan tingkat kemiskinan ekstrem di angka 3%-3,5%. Pada 2023-2024 kita sasar 514 kabupaten/kota prioritas denan target capaian tingkat kemiskinan ekstrem 0%," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT