18 November 2021, 16:44 WIB

Kafe sebagai Gaya Hidup Peluang bagi Indonesia


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Pembukaan Cafe Asia Exhibition 2021 dan The 8th International Coffee and Tea Expo di Marina Bay Sands, Singapura.

KAFE sudah menjadi bagian dari gaya hidup bagi generasi Z. Kesuksesan bisnis kafe tergantung dari kualitas kopi, teh, maupun makanan yang ditawarkan. Indonesia berpeluang besar memanfaatkan bisnis kafe karena memiliki kopi dan teh yang cita rasanya tidak dimiliki kopi dan teh negara lain.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menyampaikan hal tersebut ketika menghadiri pembukaan Cafe Asia Exhibition 2021 dan The 8th International Coffee and Tea Expo di Marina Bay Sands, Singapura. Acara yang berlangsung 18-21 November 2021 dibuka Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong. 

"Survei terbaru yang dilakukan McKinsey menunjukkan buying power generasi Z atau mereka yang lahir setelah 1995 di AS mencapai US$150 miliar. Konsumsi mereka untuk kopi dua kali di atas peminum kopi yang berusia di atas 60 tahun," kata Tommy, panggilan Suryopratomo, dalam keterangan resmi, Kamis (18/11).

Potensi itu juga berlaku untuk Indonesia dan Singapura karena persentase generasi Z lebih besar dari AS. Ini tentu menjadi peluang bagi produsen kopi dan teh di Indonesia maupun mereka yang bergerak di bisnis makanan dan minuman, termasuk kafe.

Menurut Tommy, kopi Indonesia mempunyai cita rasa yang unik dan berbeda dengan kopi dari negara lain. Setiap daerah memiliki cita rasa yang berbeda tergantung jenis tanah dan cuaca di tempat kebun kopi itu berada.

Ia menyebut Kopi Gayo, Kopi Mandailing, Kopi Toraja, Kopi Bajawa, dan Kopi Bali yang punya kekhasan berbeda. "Anda bisa merasakan aroma cokelat, jeruk, bunga, cinnamon, atau kayu manis pada kopi yang berasal dari Indonesia," kata Tommy.

Di Paviliun Indonesia terlibat sebanyak 20 usaha kecil dan menengah dari Indonesia. Mereka menawarkan berbagai macam kopi, teh, dan makanan khas Indonesia.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong menjelaskan pandemi covid-19 memukul para pengusaha restoran, baik makanan maupun minuman. Namun ia mengapreasi industri makanan dan minuman Singapura yang terus berusaha untuk bisa bertahan dan melakukan penyesuaian.

"Pandemi covid-19 memberikan banyak tantangan kepada kita semua. Kita dipaksa untuk melakukan perubahan termasuk redesign dalam pekerjaan di industri restoran. Saya menghargai upaya pelaku industri untuk melakukan perubahan," kata Gan. 

Baca juga: Inovasi Pembayaran Digital, KAI Luncurkan Fitur KAIPay di KAI Access 

Menurut Gan, pameran yang sempat tertunda dua tahun dan sekarang bisa kembali diselenggarakan merupakan cerminan ketangguhan industri makanan dan minuman Singapura. Ia berharap pameran kali ini bisa menjadi momentum kebangkitan industri makanan dan minuman, meski harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi yang masih berubah secara dinamis. (OL-14)

BERITA TERKAIT