11 November 2021, 21:39 WIB

Anak Usaha PLN Ini Siap Bangun Pembangkit Nuklir Pertama di Indonesia


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Mi/Insi Nantika Jelita
 Mi/Insi Nantika Jelita
Dirut Indonesia Power M. Ahsin Sidqi 

Anak perusahaan PLN yakni  PT Indonesia Power atau IP siap terlibat dalam pembangunan  Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk dukungan transisi energi bersih di Tanah Air.

"Kalimantan Barat (Kalbar) itu kaya akan uranium. Saya punya prospektif bangun di sana kalau ada PLTN pertama di sana dan IP sudah sangat siap," kata Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi di kantor Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, Jawa Barat, Kamis (11/11).

Indonesia Power mengaku juga telah bekerjasama dengan perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di sektor energi nuklir, Thorcon International Pte dalam membangun PLTN di Bangka Belitung.

Thorcon diketahui akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) berkapasitas 500 Megawatt (MW).

"(Proyek) ini sudah ada kajian. Ini ada dua (kandungan nuklir). Satunya thorium, seperti di Bangka Belitung. Ini pemakaiannya bisa seribu tahun yang thorium. Apa pun keputusan pemerintah kita ikuti," tegas Ahsin.

Dia menjelaskan, beberapa negara dunia sudah membangun PLTN untuk menjamin pasokan energi, seperti di Uni Emirat Arab dengan Barakah.

Penggunaan energi nuklir ini pun, ungkapnya, juga menjadi pembahasan penting di Konferensi Tingkat Tinggi perubahan iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, beberapa waktu lalu.

"Saat di Glasgow, untuk energi yang cepat mengembangkan hasil, ya energi itu (nuklir). Timur Tengah sudah mengoperasikan Barakah dengan kekuatan 4×1500 Megawatt (MW). Jadi, apa pun keputusan pemerintah nanti untuk kemakmuran masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menuturkan, penggunaan energi nuklir di Tanah Air direncanakan mulai di 2045 dengan kapasitas hingga mencapai 35 Giga Watt (GW).

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, pemerintah mendorong langkah penelitian, pengembangan, mendorong penguasaan teknologi, membangun kerjasama, melakukan analisis multi kriteria dan menyusun roadmap nuklir. (Ins/E-1)

BERITA TERKAIT