08 November 2021, 21:46 WIB

Pengusaha Indonesia Ikut Terlibat dalam Pekan Kewirausahaan Global di Arizona 


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Pengusaha Indonesia Jimmy Masrin dalam ajang Global Entrepreneurship Global di Arizona, AS

THUNDERBIRD School of Global Management di Arizona State University (ASU) telah dipilih oleh Global Entrepreneurship Network untuk meluncurkan Pekan Kewirausahaan Global (GEW-Global Entrepreneurship Week) yang dimulai pada 6 November, pada di fasilitas terbaru dan paling canggih di kantor pusat global Thunderbird di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat 

GEW adalah gerakan internasional, didukung oleh Global Entrepreneurship Network (GEN) dengan dukungan dari Yayasan Ewing Marion Kauffman, yang didedikasikan untuk memungkinkan siapa saja, dan di mana saja untuk memulai dan mengembangkan perusahaan. 

Selama seminggu, lebih dari 10 juta orang akan mengambil bagian dalam 40.000 kegiatan dan acara di 200 negara. Sebagai sebuah acara tahunan, GEW mengeluarkan lebih dari US$150 juta untuk mendukung wirausahawan setiap November, mulai dari kampanye besar nasional hingga kegiatan lokal kecil. 

“Phoenix adalah pusat startup yang sedang naik daun yang didukung oleh para pemimpin komunitas dan institusi yang mengakui bahwa kewirausahaan adalah kunci untuk membangun kembali ekonomi yang lebih baik pascapandemi,” kata Jonathan Ortmans, pendiri dan presiden GEN. 

“Peluncuran hari ini adalah salah satu yang pertama dari 40.000 acara yang berlangsung secara global untuk merayakan warga dunia yang paling kreatif, inovatif, dan tangguh, serta mendukung mereka untuk menjadi bagian dari dunia pascapandemi yang lebih berkelanjutan dan lebih adil," imbuhnya. 

Direktur Jenderal dan Dekan Thunderbird Sanjeev Khagram menegaskan, pihaknya berbagi semangat dengan Global Entrepreneurship Network untuk membekali individu dan komunitas di seluruh dunia dengan keahlian dan pola pikir untuk memajukan kemakmuran yang berkelanjutan dan inklusif melalui kewirausahaan. 

“Kami merasa terhormat dengan hak istimewa untuk meluncurkan acara transformatif semacam ini di kantor pusat global baru kami di pusat kota Phoenix, yang merupakan model kekuatan lembaga pendidikan dan kota sebagai pusat kewirausahaan," ujarnya. 

Kota Phoenix terdaftar sebagai "Top 100 Emerging Ecosystem" dalam Startup Global Ecosystem Report yang merupakan penelitian paling komprehensif dan banyak dibaca di dunia tentang startup dengan 280 ekosistem inovasi kewirausahaan dan 3 juta startup yang dianalisis. 

Baca juga : Moeldoko Jembatani Asosiasi Petani Kelapa Sawit dengan Dubes Uni Eropa

Salah satu contoh kekuatan institusi pendidikan dan kota yang bekerja sama untuk memelihara ekosistem kewirausahaan yang dinamis adalah Phoenix Global Rising. Diluncurkan awal tahun ini oleh Thunderbird, gerakan itu adalah inisiatif multi-stakeholder transformatif yang berkomitmen untuk menjadikan kota Phoenix sebagai pelopor inovasi dan inklusi kosmopolitan untuk abad ke-21. 

Hal itu sekaligus mencerminkan kepemimpinan inspirasional Walikota Kate Gallego dan berfokus pada proyek aksi kolaboratif besar dengan organisasi global terkemuka di Phoenix di sektor swasta, publik, dan nirlaba. 

Sejak 2004, lebih dari 200.000 orang di lebih dari 100 negara telah lulus dari program kewirausahaan Thunderbird seperti DreamBuilder. Mereka menciptakan lapangan kerja, berbagi pengetahuan dan meningkatkan kondisi kehidupan di komunitas mereka. Yang terbaru dari rangkaian panjang program ini, dan contoh lain dari kekuatan lembaga pendidikan untuk memelihara inovasi kewirausahaan adalah A. Masrin Center for Global Entrepreneurship and Family Business. 

Bertempat di kantor pusat global Thunderbird, lembaga itu dinamai berdasarkan nama ayah wirausaha dari alumnus Thunderbird terkemuka Jimmy Masrin '87, yang merupakan Presiden, Direktur, dan CEO PT Caturkarsa Megatunggal yang berbasis di Jakarta, Indonesia. 

“Di masa perubahan yang semakin cepat, pemilik dan pemimpin bisnis keluarga memiliki peran penting dalam mempromosikan solusi inovatif dan kewirausahaan untuk berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini,” kata Masrin. 

“Saya ingin berinvestasi dalam bisnis keluarga dan kewirausahaan di Thunderbird untuk membangun jembatan yang sangat dibutuhkan antara komunitas pengusaha dan pemimpin bisnis, sehingga dapat membantu kita semua mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk Revolusi Industri Keempat," imbuhnya. 

A. Masrin Center membedakan dirinya dari program kewirausahaan universitas lain melalui fokus unik pada dua prinsip inti: inklusi dan pola pikir global. 

“Dengan dunia yang mengalami perubahan dan disrupsi yang cepat, bisnis keluarga memiliki peluang untuk memainkan peran utama dalam mendorong inovasi dan ketahanan ekonomi. Pusat ini akan membantu kami mendukung bisnis keluarga dan pengusaha yang akan memajukan visi kami tentang kemakmuran yang berkelanjutan dan adil," pungkas Khagram. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT