26 October 2021, 14:54 WIB

Dampak Pandemi di RI, Percepat Adopsi Teknologi Digital


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Ilustrasi warga melintas di depan mural terkait pandemi covid-19.

PANDEMI covid-19 dinilai membuka peluang bagi Indonesia untuk mempercepat adopsi teknologi digital. Serta, diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi digital dan ekonomi nasional secara menyeluruh.

"Ini ditunjukkan aktivitas ekonomi digital di Indonesia yang terus meningkat. Bahkan, 41,9% total transaksi ekonomi digital ASEAN selama 2020 berasal dari Indonesia, yang mencapai US$44 miliar. Pada 2025, diproyeksikan mencapai US$124 miliar," ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Selasa (26/10).

Baca juga: Menkeu: Dana Pemda yang Mengendap di Bank Capai Rp194 Triliun

Menurutnya, teknologi digital digunakan dalam berbagai sektor ekonomi dan bisnis, seperti fintech, e-commerce, layanan kesehatan dan pendidikan, hingga transportasi online. Khusus untuk layanan kesehatan dan pendidikan, diprediksi berkontribusi besar dalam ekonomi digital ke depan.

"Untuk sekarang, e-commerce adalah sektor utama yang mendukung ekonomi digital di Indonesia. Sebanyak 72,73% dari total transaksi ekonomi digital di Indonesia berasal dari e-commerce. Pada 2020, nilai e-commerce mencapai US$32 miliar dan diproyeksikan mencapai US$83 miliar di 2025," imbuh Airlangga.

Indonesia dikatakannya memiliki bonus demografi yang mendukung pembentukan ekosistem digital berkelanjutan. Mayoritas penduduk Indonesia merupakan generasi Z dan milenial berusia 8-39 tahun, yang memiliki tingkat adopsi digital tinggi.

Baca juga: Akibat Serangan Siber, Jasa Keuangan Indonesia Rugi Rp246 Miliar

Sementara itu, terdapat 37% konsumen baru ekonomi digital yang muncul selama pandemi covid-19. Adapun 93% di antaranya tetap memanfaatkan produk ekonomi digital pascapandemi. Hal itu merujuk data Google, Bain dan Temasek pada 2020.

Peran anak muda yang mencakup generasi Z dan milenial dalam era digital, yakni sebagai talenta digital. Berikut, wirausahawan digital dan konsumen potensial dari produk domestik. Namun, dunia wirausaha di Indonesiajuga mencatat rasio wirausaha yang masih rendah, yakni 3,30% pada 2019 dan 3,47% pada 2020.(OL-11)

BERITA TERKAIT