25 October 2021, 23:55 WIB

Sandiaga Gandeng Biro Perjalanan Mancanegara untuk Ramaikan Bali


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Ilustrasi

BALI masih sepi dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sejak dibuka pertama kali saat pandemi pada Kamis, (14/10). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pun putar otak agar kunjungan turis asing meningkat. Salah satunya menggandeng biro perjalanan dari belasan negara. "Promosi melalui biro perjalanan wisata di 19 negara yang merupakan mitra dengan skema kerja sama. Serta dengan kampanye #ItstimeforBali untuk memicu aktivasi dari perwakilan Indonesia di luar negeri," kata MenteriPariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam konferensi virtual, Senin (25/10).

Menurutnya, belum adanya penerbangan asing disebabkan adanya proses pengajuan slot penerbangan oleh maskapai setelah melakukan analisa terhadap tingkat permintaan, atau dengan kata lain mencapai jumlah menumpang yang potensial. "Tingkat permintaan tersebut, masih harus diperoleh melalui hasil sosialisasi dan promosi oleh maskapai kepada calon penumpang," kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Ia menerangkan, berdasarkan monitoring evaluasi pembukaan Bali di minggu kedua, ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah seperti penyempurnaan regulasi terkait entry point bandara di Bali dan Kepulauan Riau yang juga sudah dibuka untuk turis asing. Lalu, sinkronisasi data hotel karantina yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kantor Kesehatan Pelabuhan Bali, dan Bali Tourism Board.

Evaluasi lainnya ialah adanya ketentuan asuransi bagi wisatawan mancanegara (wisman) mencapai US$100ribu atau Rp1 miliar lebih untuk berkunjung ke Bali yang dianggap menjadi perhatian khusus stakeholder. "Skema dan pembayaran asuransi masih menjadi issue untuk para stakeholder, namun pemerintah menilai hal tersebut dapat mendapatkan solusi dalam waktu yang tidak begitu lama," harap Sandiaga.

Terkait konsep karantina pelancong yang berkunjung ke Pulau Dewata dan Kepri ialah diharuskan berada di kamar. Ketentuan ini, katanya, berdasarkan Keputusan Satgas Nomor 15 Tahun 2021 yang menyatakan wisatawan tidak diperbolehkan keluar kamar atau villa yang ditunjuk. "Terkait usulan pemanfaatan Live On Board (LOB), yaitu karantina di atas kapal phinisi dan skema pembayaran asuransi juga terus disempurnakan," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT