25 October 2021, 22:52 WIB

Sandiaga Sebut Aturan PCR Memberatkan Sektor Pariwisata


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi warga menjalani tes PCR

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengakui, syarat tes PCR sebagai syarat penerbangan domestik memberatkan bisnis pariwisata Indonesia. Menurutnya, hal ini berdampak pada penurunan jumlah kunjungan turis. Dia mencontohkan seperti yang terjadi di Bali, yang mana ada penurunan jumlah wisatawan nusantara hingga 30%. "Tes PCR ini berdampak ke pariwsata dan ini berat banget. Kami lagi coba tingkatkan wisata Bali yang tembus 10-11 ribu orang yang berkunjung. Tapi, sekarang ada penurunan 20-30%," ujarnya dalam Weekly Briefing virtual, Senin (25/10).

Tak hanya itu, kebijakan tes PCR sebagai syarat terbang tersebut pun juga mendapat kritikan dari berbagai pihak, misalnya dari Serikat Karyawan PT Angkasa Pura II atau Sekarpura II melayang surat protes ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait ketentuan tersebut. Oleh karena itu, Sandiaga mengatakan, dalam rapat terbatas (ratas), Presiden Jokowi memerintahkan agar harga tes PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu dengan jangka waktu sampel 3x24 jam.

"Jadi, ini yang dibahas di ratas tadi. Presiden mengetahui soal masukan yang tajam dari sosial media. Pak Presiden akhirnya meminta agar batas tarf tes PCR menjadi Rp300 ribu. Kita perlu mengambil kebijakan yang pas," sebutnya.

Di satu sisi, Politisi Gerindra ini menekankan pentingnya penerapan tes PCR dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus covif-19, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Kemudian pada 2022 nanti, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. “Kami tidak ingin ambil risiko. Acara G20 kita ambil presidensinya, jadi Bali (sebagai lokasi G20) harus dijaga protokol kesehatan agar tidak ada klaster baru. Kita jangan sampai lengah," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT