13 October 2021, 12:01 WIB

Presiden: Jangan Mundur Hadapi Tantangan Hilirisasi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Youtube Sekretariat Presiden
 Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo menyadari upaya melakukan hilirisasi besar-besaran akan mendapat banyak tentangan, mulai dari dalam hingga luar negeri.

Di dalam negeri, ketika pemerintah melarang eskpor bijih nikel mentah, banyak pengusaha mengeluh. Mereka menyebut membangun pabrik pengolahan terlalu sulit, butuh waktu panjang dan modal besar.

Dari luar negeri, hambatan yang dihadapi jauh lebih serius. Uni Eropa menggugat kebijakan Indonesia itu ke WTO.

Baca juga: Telan Rp2,5 Miliar, PUPR Segera Rampungkan Rusun Ponpes di Tasikmalaya

Meski harus menjumpai banyak tantangan, hilirisasi, sambung Jokowi, tetap menjadi harga mati.

"Jangan lagi kita ekspor barang mentah. Kita harus berani katakan tidak. Meskipun kita digugat di WTO ya tidak apa-apa. Lah, nikel, nikel kita. Barang, barang kita. Mau kita jadikan pabrik di sini ya hak kita," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10).

Kepala negara menegaskan jika ada pihak yang menggugat, Indonesia tidak perlu gentar menghadapi. Ada banyak kuasa hukum baik dari dalam atau luar negeri yang bisa membantu Indonesia memenangkan kasus tersebut.

"Kita harus punya keberanian. Jangan ketika digugat langsung mundur," tegas mantan wali kota Solo itu.

Larangan ekspor bijih nikel hanyalah satu dari sekian banyak rencana gebrakan hilirisasi pemerintah. Ke depan, komoditas unggulan lain seperti bauksit dan sawit juga akan dilarang untuk diekspor dalam bentuk mentah.

"Pada suatu titik nanti, kita juga akan stop ekspor CPO (minyak sawit mentah). Ekspor sawit harus dalam bentuk jadi, entah kosmetik, mentega, biodiesel atau produk-produk turunan lain," jelasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT