11 October 2021, 21:20 WIB

BUMN Asuransi dan Reasuransi Resmi Bentuk Koasuransi Merah Putih


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Kartika Wirjoatmodjo.

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meresmikan kerja sama Koasuransi Merah Putih pada Senin (11/10). Kerja sama Koasuransi Merah Putih merupakan program inisiasi Tim Percepatan Penguatan BUMN klaster asuransi dan dana pensiun yang dibentuk melalui keputusan Menteri BUMN dengan nomor: SK-37/M-BU/02/2021 jo SK-75/M-BU/Wk2/08/2021 di bawah supervisi Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN II.

Kartika pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa kerja sama Koasuransi Merah Putih dilakukan untuk menciptakan mode kolaborasi atau sinergi yang tepat sasaran sehingga mendapatkan keuntungan untuk kedua belah pihak. "Kami terus melakukan transformasi secara fundamental di klaster asuransi dan dana pensiun BUMN agar kemudian perusahaan asuransi BUMN tidak hanya menjadi kuat, kompetitif, dan memiliki expertise di industri, tetapi juga ditunjang oleh manajemen resiko dan tata kelola perusahaan yang baik. Di sisi lain, saya juga menekankan perlunya mitigasi risiko yang tepat untuk mendapatkan pricing polis yang efektif dan tepat antara premi dan klaim," ujar Kartika.

Koasuransi Merah Putih beranggotakan perusahaan-perusahaan asuransi BUMN yaitu, PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Asuransi Jasa Raharja Putera, dan PT Asuransi Asei. Dalam pelaksanaan kerja sama ini, koasuransi merah putih didukung oleh PT Reasuransi Indonesia Utama dan PT Reasuransi Nasional Indonesia. "Kerja sama dan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam percepatan dan penguatan bisnis di klaster asuransi dan dana pensiun," jelas Ketua Tim Kerja Tim Percepatan Penguatan Badan Usaha Milik Negara Klaster dan Dana Pensiun, Robertus Billitea.

Tim Percepatan Penguatan BUMN Klaster Asuransi dan Dana Pensiun akan mengembangkan inovasi produk dan layanan asuransi dari berbagai line of business (LOB). Menurut Ketua Tim Pengembangan Bisnis Tim Percepatan Penguatan BUMN Klaster Asuransi dan Dana Pensiun, Pantro Pander Silitonga, langkah strategis awal Koasuransi Merah Putih yakni meluncurkan produk asuransi pengangkutan (kargo). "Ke depan kami juga akan merambah ke produk-produk asuransi lain seperti asuransi kebakaran, asuransi perjalanan, asuransi kecelakaan diri dan kesehatan, serta asuransi kendaraan bermotor," tambah Pantro.

Industri pengangkutan menjadi salah satu industri yang mengalami peningkatan secara signifikan di Indonesia. Hal ini karena asuransi pengangkutan didorong oleh berbagai faktor, salah satunya peningkatan aktivitas ekspor-impor. Sejalan dengan hal tersebut, kebutuhan perlindungan asuransi pengangkutan khususnya kemudahan akses pengajuan polis semakin meningkat. "Salah satu inovasi yang telah kami siapkan sebagai value proposition dari kerja sama koasuransi ini yaitu tersedianya aplikasi e-marine yang dapat dipergunakan oleh klien BUMN maupun di luar BUMN untuk mengajukan polis asuransi pengangkutan (kargo)," ungkap Ketua Workstream Market, Diwe Novara.

Semakin bertumbuhnya kebutuhan tersebut dapat dilihat dari pendapatan premi asuransi pengangkutan secara nasional yang cenderung meningkat. Pada 2017 tercatat pendapatan premi nasional sebesar Rp3,1 triliun dan 2018 sebesar Rp3,5 triliun. Khusus 2019 terjadi penurunan pendapatan premi sebesar Rp3,4 triliun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh pandemi covid-19. "Pascapandemi covid-19, pemerintah kemudian mencanangkan sejumlah inisiatif perbaikan kondisi ekonomi untuk memunculkan potensi baru pada industri pengangkutan yang bersumber dari farmasi, alat-alat kesehatan, dan barang-barang konsumsi (consumer goods) dengan pertumbuhan hingga mencapai 40% pada 2020,” lanjut Pantro.

Dari sisi pencapaian pendapatan premi nasional, sebelumnya kinerja masing-masing perusahaan anggota Koasuransi Merah Putih dirasa masih belum optimal. Hal ini tercermin dalam penguasaan market share dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Menurut Pantro, selama 2017 hingga 2019, Asuransi Jasindo memiliki market share sebesar 2%, 1%, dan 2%. Adapun Askrindo, pada rentang waktu yang sama, memiliki market share secara berturut-turut sebesar 0,14%, 0,13%, dan 0,11%. Sedangkan Asuransi Asei memiliki market share sebesar 0,04%, 0,28%, dan 0,09%. Jasa Raharja Putera memiliki market share sebesar 0,29%, 0,28%, dan 0,25%.

Baca juga: Perusahaan Asuransi ikut Dukung Pertumbuhan Industri Keuangan Syariah

Dari besaran market share itu, penggabungan kapasitas bersama dalam bentuk koasuransi ini sesungguhnya diharapkan dapat mendorong penetrasi pasar market asuransi pengangkutan dengan tetap memperhatikan ketentuan sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat serta Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Koasuransi ini mencanangkan peningkatan penguasaan market share secara ber- tahap dengan target di tahun pertama dapat meningkat mencapai 10% market share. "Kami yakin koasuransi ini juga tetap menjaga persaingan yang sehat antarpenyedia asuransi pengangkutan," tutupnya. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT