10 October 2021, 11:04 WIB

Panen Masih Berlangsung, Grobogan Siap Penuhi Kuota Jagung 30 Ribu Ton


Fetry Wuryasti | Ekonomi

Mi/Ahmad Safuan
 Mi/Ahmad Safuan
Mentan Syahrul Yasin Limpo (ketiga kiri) bersama pejabat terkait memanen jagung di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Jateng

KABUPATEN Grobogan merupakan lumbung pangan Provinsi Jawa Tengah, salah satunya sentra produksi jagung yang hingga akhir tahun masih melangsungkan panen dengan hamparan cukup luas.

Prakiraan total luas panen jagung 2021 mencapai 121.200 hektare (ha) dengan produksi 783.700 ton dan luas panen di bulan Oktober ini 24 ribu ha produksi 120 ribu ton sehingga mampu memasok 30 ribu ton kuota jagung pengadaan pemerintah untuk kebutuhan pakan bagi peternak layer mandiri.

"Kuota jagung 30 ribu ton kami sanggupi karena tersedia di lapangan. Dalam satu bulan ini terjadi panen. Apabila pemerintah menginginkan jagung dari Grobogan, kami siap dengan harga yang disepakati di tingkat petani atau pengepul, dan memasok 100.000 ton hingga Januari 2022. Pada bulan tersebut, akan memasuki panen raya musim tanam pertama," kata Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto usai rapat dengan pihak Kemenko Perekonomian, Kementan, Bulog dan petani, melalui keterangan yang diterima, Minggu (10/10).

Potensi panen jagung di Kabupaten Grobogan tersebar di 8 kecamatan, antara lain Kecamatan Purwodadi, Pulokulon, Gabus, Kradenan, Wirosari, Tawangharjo, Geyer dan Taroh.

"Panen jagung di musim tanam kali ini menjadi berkah tersendiri bagi petani menikmati hasilnya, tak hanya produksi yang tinggi namun juga diikuti harga yang memberikan keuntungan," kata Sunanto.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kabupaten Grobogan, Slamet menyatakan pihaknya telah sepakat untuk memenuhi kuota jagung 30 ribu ton untuk kebutuhan peternak mandiri. Pasokan jagung yang disepakati ini tentunya dengan kondisi kadar air yang diminta sehingga memenuhi standar sebagai bahan pakan.

"Kami dari BUMP siap menyediakan jagung dengan kadar air yang sesuai. Sebagai satu-satunya BUMP di Kabupaten Grobogan siap memenuhi kuota pengadaan jagung sesuai permintaan," ujarnya.

Slamet menegaskan penyediaan jagung sebanyak 30 ribu ton tersebut pihaknya mampu mengadakan dalam kurun waktu 1 bulan ini. Ini didukung oleh kondisi lapangan yang hamparan panen jagungnya cukup luas di 10 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan produktivitas cukup tinggi.

"Kami petani Grobogan sanggup kirim 1.700 ton perminggu. Di sini ada 10 Gapoktan siap memasok lebih dari 5 ribu ton perminggu selama 6 minggu ke depan. Kami pastikan bisa memasok lebih dari 30 ribu ton," tegasnya. Selain hasil panen petani, stok jagung Grobogan terdapat di 3 pabrik pakan sebanyak 32.265 ton. (Try/OL-09)

BERITA TERKAIT