30 September 2021, 19:16 WIB

Penanganan Pandemi Dinilai Berhasil, Masyarakat Makin PeDe Beraktivitas 


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara/Feny Selly
 Antara/Feny Selly
Pengunjung mall di Palembang, Sumatera Selatan mengakses aplikasi PaduliLindungi sebelum memasuki lokasi tersebut

PENANGANAN pandemi covid-19 dinilai berhasil lantaran mampu menekan laju penyebaran virus. Hasilnya, kepercayaan masyarakat untuk kembali beraktivitas meningkat dan turut mendorong geliat ekonomi. 

Hal itu Chief Executive Officer lembaga riset berbasis android POPULIX Timothy Astandu melalui siaran pers yang diterima, Kamis (30/9). 

"Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan covid-19 telah menunjukkan hasil. Kasus covid kita sudah di posisi jauh lebih baik dibanding tiga bulan lalu," imbuhnya. 

"Digenjotnya cakupan vaksinasi dan penurunan level PPKM telah memberikan angin segar bagi bangkitnya perekonomian nasional," tambah Timothy. 

Dia bilang, saat ini masyarakat tampak lebih siap untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Kunjungan ke pusat perbelanjaan, kafe, restoran maupun tempat hiburan kembali dilakoni oleh sebagian besar masyarakat. 

Kesiapan juga tercermin dari kian tegaknya penerapan protokol kesehatan dan ketatnya aturan mobilitas dengan syarat vaksinasi. Kendati demikian, Timothy menilai masyarakat menyambut baik hal tersebut. 

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan POPULIX mengenai Economy Bounce Back After 2nd Curve terhadap 1.031 responden yang mayoritas warga DKI Jakarta, didapati sebanyak 70% masyarakat percaya vaksinasi dapat mencegah penularan virus. Karenanya, 30% responden menyatakan sangat setuju dan 36% menyatakan setuju adanya prasyarat vaksinasi untuk bepergian seperti ke pusat perbelanjaan. 

Responden yang mengikuti survei tersebut 70% diantaranya merupakan pekerja dengan tingkat pendidikan sarjana sebanyak 40%, menunjukkan rerata responden memiliki kepercayaan diri berkunjung ke pusat perbelanjaan setelah diterapkan PPKM. 

Baca juga : Wamendag: Gairah Kalangan Milenial Jadi Pelaku Ekspor Luar Biasa

Responden yang berusia di kisaran 46 sampai 55 tahun, kata Timothy, merupakan kalangan yang memiliki kepercayaan paling tinggi pada kebijakan yang ditetapkan pemerintah itu. 

Riset yang dilakukan secara daring tersebut juga mendapati sebanyak 60% responden berencana untuk menikmati makan di luar rumah bersama anggota keluarga. Antusiasme masyarakat untuk kembali beraktivitas itu turut merepresentasikan kejenuhan melakukan sebagian besar aktivitas dari rumah. 

Bahkan, hasrat masyarakat untuk kembali beraktivitas juga tergambar melalui keinginan untuk berwisata ke luar kota dan luar negeri. "Hasil riset POPULIX menemukan fakta bahwa mayoritas responden menyetujui diterapkannya ketentuan vaksinasi untuk keperluan perjalanan. Sebanyak 76% dari total responden percaya efektivitas penegakan vaksin dapat meningkatkan kepatuhan vaksinasi," terang Timothy. 

Kendati demikian, sebanyak 70% responden menyatakan jauh lebih percaya diri melakukan perjalanan ketika penerapan PPKM berakhir. Namun, riset tersebut juga menemukan setidaknya kurang dari 60% responden mengaku telah atau akan merencanakan perjalanan bersama keluarga dalam 6 bulan terakhir. 

Berlibur merupakan alasan utama mereka dalam memutuskan perjalanan ke luar kota, sementara sebagian responden ingin mengadakan perjalanan ke luar kota dengan alasan untuk bertemu keluarga. 

Untuk pilihan penggunaaan moda transportasi, sebanyak 69% responden memilih menggunakan kendaraan pribadi dan 31% menggunakan moda Kereta Api. 

Namun, untuk responden kelas atas mereka juga memilih untuk menggunakan transportasi penerbangan yang mereka beli melalui online travel agent (OTA). Dari hasil riset ditemukan, Traveloka menjadi aplikasi dengan jumlah pengguna terbanyak (57%) berdasarkan gender, umur dan SEC yang berbeda. (OL-7)

BERITA TERKAIT