30 September 2021, 15:44 WIB

Kemenhub Mulai Batasi Kedatangan Penumpang Internasional di Bandara Soetta


 Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA FOTO/Fauzan
 ANTARA FOTO/Fauzan
Calon penumpang pesawat melakukan lapor diri sebelum keberangkatannya di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Novie Riyanto pada Rabu (29/9) meminta kepada seluruh Badan Usaha Angkutan Udara Nasional dan Perusahaan Angkutan Udara Asing untuk membuat pengaturan kedatangan penumpang penerbangan Internasional di Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, mulai hari ini atau Kamis (30/9).

"Hal ini juga dimaksudkan agar tidak terjadi antrian pemeriksaan tes PCR dan memastikan kualitas hasil pemeriksaan serta pelaksanaan prosedur karantina berjalan maksimal," ungkapnya dalam keterangan resmi.

Otoritas Bandar Udara Soekarno-Hatta diminta hanya mengangkut penumpang (inbound traffic) maksimal 90 orang orang per penerbangan.

Novie menilai, hal ini perlu dilakukan bisa melakukan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah masuknya varian virus baru Covid-19 ke Indonesia.

“Mereka juga wajib menyerahkan data rencana kedatangan pesawat dan jumlah penumpang yang diangkut dengan rincian jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dan/atau jumlah Warga Negara Asing (WNA) sebelum pesawat berangkat dari bandara," jelasnya.

Perlu diketahui juga, pembatasan sementara jumlah penumpang tersebut didasari oleh data histori rata-rata jumlah kedatangan penumpang internasional di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Agustus sampai dengan September 2021 yang mencapai kisaran 1.500 orang per hari dan cenderung akan terus mengalami kenaikan.

"Saat ini regulator dan penyelenggara bandara tengah menyiapkan tambahan kapasitas pemeriksaan swab test PCR yang hasilnya dapat diperoleh paling lama 1 jam," kata Novie.

Keberadaan fasilitas ini akan meningkat jumlah penumpang untuk test PCR, dari semula hanya 200 orang per jam menjadi 1.000 orang per jam serta fasilitas ini memenuhi ketentuan Lab Bio Security Level II (BSL2).

"Diharapkan fasilitas ini akan rampung beberapa minggu ke depan, sehingga pembatasan jumlah penumpang per penerbangan akan terus dievaluasi seiring dengan kesiapan sarana dan prasarana di Bandar Udara Soekarno-Hatta," tutupnya. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT