23 September 2021, 14:02 WIB

Digitalisasi UMKM Sebagai Solusi Pemulihan Ekonomi Kreatif


Fetry Wuryasti | Ekonomi

MI/Insi Nantika Jelita
 MI/Insi Nantika Jelita
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat Weekly Briefing Press virtual.

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan perlunya solusi mitigasi dan pemulihan jangka pendek ekonomi kreatif, untuk menciptakan stimulus di sisi permintaan. Salah satu caranya dengan mengembangkan platform digital online dan meningkatkan kerja sama dalam pemanfaatan inovasi dan teknologi.

Dia menilai, program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar masuk ke platform digital, menyikapi dan mengantisipasi menurunnya daya beli masyarakat.

"Program ini telah membantu UMKM masuk ke platform digital. Pada tahun 2020 lalu, sebanyak 3,7 juta UMKM masuk platform digital sehingga total UMKM yang sudah ke ranah digital sebanyak hampir 12 juta. Total target 30 juta UMKM di akhir tahun 2023 bisa kami hadirkan,” dalam Pembukaan Puncak KKI 2021, Kamis (23/9).

Menurut dia, kondisi perekonomian saat ini sudah menunjukkan titik terang dan jauh berbeda dibandingkan dengan kondisi perekonomian tahun lalu.

Tak lain, perkembangan ini berasal dari atribusi perkembangan ekonomi digital dan revolusi industri 4.0. Sandiaga mengajak seluruh pihak sinergi untuk mempercepat pemulihan ekonomi kreatif nasional.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan sebanyak 15,9 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah hadir dalam lokapasar daring atau meningkat 99 persen sejak 2020 yang lalu.

“Secara angka, inisiatif (Gerakan Nasional) BBI (Bangga Buatan Indonesia), BWI (Bangga Berwisata di Indonesia, dan KKI (Karya Kreatif Indonesia) terbukti mengakselerasi onboarding digitalisasi UMKM secara nasional,” kata Teten.

Melalui sinergi dan kolaborasi, semangat gotong royong dinilai dapat memberikan dampak seluas-luasnya bagi masyarakat, memulihkan ekonomi bangsa, serta mempersiapkan UMKM unggul dan bersaing di pasar global.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pelaksanaan Gernas BBI yang dinakhodai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Provinsi Aceh sebagai tuan rumah menjadi momen bagi koperasi dan UMKM Aceh untuk menonjolkan berbagai produk potensial yang ada di daerah tersebut.

Misalnya, kopi arabica Gayo yang telah ekspor 9,6 ton atau 18 kontainer ke Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 2021, hingga ikan serta udang yang disebut sudah langganan ekspor.

“Seluruh ikhtiar kita di acara puncak KKI 2021 ini dapat mendorong UMKM sektor kelautan Aceh," kata Teten.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa sinergi program dari kementerian seperti Kampung Budidaya dan Kampung Nelayan dengan program Desa Wisata Bahari dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah memberikan banyak nilai tambah ekonomi pada masyarakat sekitar.

"Sekaligus telah menjaga kelestarian dan keberlanjutan ekosistem laut. Salah satu sinergi KKP bersama Bank Indonesia adalah Program Karya Kreatif Indonesia di Nusa Tenggara Barat untuk membina dan mendampingi UMKM pembudidaya, mengolah hasil perikanan dan juga pelaku jasa wisata bahari," kata Sakti.

Karya Kreatif Indonesia dalam mendukung Gernas BBI, dan Bangga Berwisata di Indonesia Aja, telah memberikan berbagai pelatihan digitalisasi, kewirausahaan, bisnis cold chain, dan produk UMKM yang dilaksanakan turut meningkatkan jumlah dan nilai produk UMKM artisan kerajinan dan kuliner kelautan perikanan.

"Program Desa Wisata Bahari juga menekankan praktik terbaik kearifan lokal dari budaya bahari bangsa Indonesia juga turut membantu menjaga kelestarian dan ekosistem laut Indonesia," kata Sakti. (Try/OL-09)

BERITA TERKAIT