17 September 2021, 18:42 WIB

Bahlil: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik tidak Pakai Konsultan Asing


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Antara
 Antara
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersiap rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI.

MENTERI Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa proses pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Tanah Air tidak melibatkan konsultan asing.

"Deal bisnis senilai US$ 9,8 miliar atau setara Rp142 triliun itu tanpa melibatkan konsultan asing. Itu dilakukan seutuhnya oleh putra putri bangsa terbaik, kolaborasi antara kementerian teknis dan Kementerian Investasi," ungkap Bahlil dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/9).

Sebelumnya, pemerintah berhasil mendapatkan investasi senilai US$9,8 miliar untuk proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan Korea Selatan. Pada tahap awal, konsorsium yang mencakup Hyundai, LG Energy Solution dan KIA membentuk perusahaan patungan dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC).

Baca juga: Indonesia, Selangkah Lagi Menuju Produsen Baterai Kendaraan Listrik Terbesar

Perusahaan patungan itu telah memulai pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik (EV) di wilayah Karawang, Jawa Barat, dengan nilai US$1,1 miliar. Pemerintah juga merencanakan pengembangan industri kendaraan listrik dan baterai listrik sejak 2019. 

Selanjutnya, pada November 2019, pemerintah melakukan kesepakatan dengan Hyundai terkait pengembangan rencana tersebut. Meski pandemi covid-19 melanda, pembangunan pabrik kendaraan konvensional dan kendaraan listrik Hyundai terus berjalan sepanjang 2020.

Baca juga: ESDM Resmikan 17 Penyalur BBM Satu Harga

"Sekarang pembangunannya sudah mencapai 100% untuk yang konvensional. Untuk listriknya akan diproduksi pada Mei 2022," imbuh Bahlil.

Bahlil menargetkan realisasi investasi senilai US$9,8 miliar bisa mulai berlangsung setidaknya awal 2022. Sebab pada Desember 2021, pabrik prekursor ditargetkan sudah terbangun. Adapun konstruksi pabrik sel baterai di Karawang diharapkan selesai pada September 2022 dan mulai berproduksi pada 2023.

"Saya targetkan total sudah harus start paling lambat 2022 awal. Semua harus jalan. Jadi sebelum masa kabinet kedua selesai, insyaallah clear pembangunannya," pungkasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT