13 September 2021, 20:06 WIB

CEO Krakatau International Port Bertemu Ahok, Ini yang Dibahas


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/Susanto
 MI/Susanto
Basuki Tjahja Purnama menghadiri rapat paripurna pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 2019.

CEO Krakatau International Port Akbar Djohan mengunjungi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal Ahok pada Senin (13/9) ini.

Kunjungan tersebut membahas aktivitas Bunkering Marine Fuel Oil (MFO), yakni program kerja sama yang telah disepakati antara Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port/KIP) dan Pertamina. Sebelumnya, kerja sama ini telah disepakati sejak Agustus lalu.

"Pak Ahok menerima kami dan disampaikan perkembangan yang telah KIP lakukan. Beliau memberikan apresiasi yang sangat baik atas progres kerja yang disampaikan langsung," ujar Akbar dalam keterangannya, Senin (13/9).

Baca juga: Pertamina Tembus Fortune Top 500, Ini Kata Menteri BUMN

Akbar menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan strategi yang dapat memberikan keuntungan kepada banyak pihak. Selain itu, kerja sama ini diharapkan memperkuat rantai pasok energi, khususnya bidang minyak dan gas atau migas di sepanjang Selat Sunda.

"Saya juga yakin economic and opportunity loss akibat belum adanya jasa bunkering bahan bakar minyak untuk kapal niaga di Selat Sunda, berpotensi besar untuk disinergikan dengan Pertamina," imbuh Akbar.

Baca juga: Menkeu: Reformasi Pajak Bantu RI Terhindar dari Middle Income Trap

Kerja sama yang bertujuan sebagai strategi ekspansi dalam bisnis maritim di sepanjang Selat Sunda ini pun disambut positif oleh Ahok. Dia meyakini kerja sama ini dapat memberikan kekuatan bagi ekosistem perdagangan maritim di Indonesia. Sekaligus, bermanfaat besar bagi industri sektor energi, seperti Pertamina.

"Kehadiran layanan Pertamina di salah satu titik strategis maritim di Indonesia, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuktikan sinergi dengan KIP adalah langkah strategis," tutur Ahok, yang memastikan Pertamina siap mendukung target anak usaha Krakatau Steel tersebut.(OL-11)

BERITA TERKAIT