03 September 2021, 21:52 WIB

Kemenperin Puji Penerapan Prokes Tiga Pabrik Rokok Ini


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MI/BagusSuryo
 MI/BagusSuryo
Tembakau di sebuah pabrik rokok di Malang yang akan dilinting menjadi rokok

KEMENTERIAN Perindustrian menilai penerapan protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan tiga perusahaan atau pabrik rokok ini sudah sesuai ketentuan. 

Ketiga perusahaan yang ditinjau langsung oleh pejabat di Kemenperin ialah PT Djarum di Kudus, Jawa Tengah, PT HM. Sampoerna di Surabaya, dan PT. Bentoel Prima di Malang, Jawa Timur. Hal ini dikemukan Pelaksana tugas (PLT) Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika.

“Beberapa waktu lalu, kami melakukan kunjungan kerja ke tiga perusahaan itu untuk melihat langsung penerapan prokes. Ternyata, mereka memiliki pedoman dan fasilitas yang sangat baik dalam pencegahan penyebaran covid-19," ucapnya dalam keterangan.

Dia pun memberikan apresiasi kepada ketiga perusahaan tersebut yang dianggap telah melaksanakan prokes di lingkungan pabriknya secara ketat, termasuk telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
 
“Saat kunjungan, kami mendapat banyak masukan mengenai pengoperasian PeduliLindungi sebagai metode skrining. Mereka mengakui merasa terbantu untuk mendeteksi karyawan atau tamu yang masuk," urai Putu. 

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Menperin No 3 Tahun 2021 tentang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) Pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, perusahaan perlu mengajukan permohonan rekomendasi PeduliLindungi.
 
Di PT Djarum, Putu mengungkapkan, melihat langsung proses produksi di pabrik Sigaret Kretek Mesin (SKM), yang sebagian besar menggunakan teknologi canggih, termasuk robotik. 

“Guna mengedukasi karyawannya tentang prokes dan Covid-19, PT Djarum membuat semacam komik agar bisa menarik dan mudah dipahami,” paparnya.

Baca juga : Luhut Minta Pembengkakan Biaya di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibereskan

Selain SKM, PT Djarum juga memproduksi Sigaret Kretek Tangan (SKT), cerutu dan Tembakau Iris (TIS). Total karyawannya sebanyak 53.028 orang. 
 
Berikutnya, saat mengunjungi PT HM Sampoerna di Surabaya, Putu mengaku meninjau langsung berbagai aturan dan fasilitas untuk menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan serta menekan laju penyebaran covid-19 di lingkungan pabrik. 

Saat melihat proses produksi di pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT), seluruh pekerjanya yang merupakan ibu-ibu dikatakan telah dibagi sesuai kompartemen kerja. Selain itu, meja tempat makan karyawan disediakan penyekat, hingga parkiran motor diatur juga sesuai kompartemennya. 

“Pabrik Sampoerna juga menyediakan pasar sayur dan mini market untuk memenuhi kebutuhan keseharian karyawannya, sehingga bisa langsung ke rumah selepas kerja,” imbuhnya.
 
Tak jauh berbeda di kedua perusahaan itu, di PT. Bentoel Prima juga disebut memiliki pedoman dan fasilitas lengkap untuk mendukung protokol kesehatan. 

Di pabrik Bentoel, klinik kesehatan berada di depan area pintu masuk karyawan. Apabila ada yang bergejala, dapat langsung diperiksa oleh dokter jaga,” ungkap Putu.

Sementara, General Manager Business Development PT Djarum Fx. Supanji menyampaikan akan terus berkomitmen untuk menjalankan prokes ketat dan disipilin serta melaporkan IOMKI tepat waktu sesuai peraturan.

“Selain menggunakan aplikasi PeduliLindungi, penerapan 3T dan 6M juga kami laksanakan dengan baik,” pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT