10 August 2021, 20:31 WIB

HIndarkan Middle Income Trap Lewat Peningkatan Komoditas Ekspor Berbasis SDA


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Antara/Aswadsdy Hamid
 Antara/Aswadsdy Hamid
Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di Dumai, Riau

PENELITI Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini menegaskan, peningkatan kapasitas produksi olahan berbasis sumber daya alam (SDA) untuk ekspor harus dilakukan agar Indonesia dapat terhindar dari middle income trap. 

"Indonesia harus meningkatkan kapasitas produksi di sektor-sektor yang bernilai tambah tinggi," ungkapnya dalam diskusi virtual Indef, Selasa (10/8). 

Menurut Eisha, dari data BPS (Badan Pusat Statistik) terlihat beberapa sektor atau komoditas yang berpotensi memiliki nilai tambah yang tinggi ialah ekspor nonmigas yang berbasis SDA, di antaranya ialah minyak kelapa sawit, besi dan baja dan lainnya. 

Baca juga : HSBC Galang Kemitraan Dorong Percepatan Penggunaan Energi Terbarukan

"Kita bisa lihat pada 2020-2021 itu ternyata pertumbuhan ekspor nonmigas didorong oleh sektor yang berbasis sumber daya alam seperti minyak kelapa sawit, di mana pertumbuhannya mencapai 95%," kata Eisha. 

Lebih lanjut, dia juga mendorong peran industri dalam meningkatkan ekspor di Indonesia. Selain itu, UMKM dan industri kecil juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan hilirisasi produk berbasis SDA untuk ekspor dan menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia. 

"Industri itu harus berpartisipasi dalam peningkatan ekspor, terutama juga mendorong UMKM dan industri kecil dalam ekspor juga," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT