10 August 2021, 15:03 WIB

Nasabah Pegadaian Naik 21,4% pada Semester I 2021


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Antara
 Antara
Nasabah melakukan transaksi di Kantor Cabang Pegadaian wilayah Bogor.

PT Pegadaian (Persero) berhasil mencatat kenaikan nasabah sebesar 21,4% dari 15 juta orang pada 30 Juni 2020, kemudian menjadi 18 juta orang pada 30 Juni 2021. 

Penambahan nasabah ini berdampak pada peningkatan omset bisnis gadai, yang tumbuh 6,1% dari Rp75,57 triliun menjadi Rp80,18 triliun. Kenaikan omset terdiri dari gadai konvensional sekitar 5,9% menjadi Rp.67,98 triliun dan gadai syariah naik 7,4% menjadi Rp12,2 triliun.

Namun, kinerja bisnis yang tumbuh positif tersebut tidak langsung berdampak positif pula pada kinerja keuangan. Berdasarkan laporan keuangan Pegadaian dan entitas anak usaha yang dipublikasikan per Selasa (10/8), perseroan melaporkan jumlah aset per 30 Juni 2021 turun 0,9% menjadi Rp67,8 triliun. 

Baca juga: Pegadaian Dukung Integrasi Ekosistem Umi-UMKM

Sementara itu, pendapatan naik tipis 2,9% dari 10,13 triliun menjadi 10,43 triliun. Adapun, laba bersih turun 15% dari Rp1,53 triliun menjadi Rp1,3 triliun pada semester I 2021. Pandemi covid-19 dinilai memberikan tantangan bagi kinerja bisnis Pegadaian, hingga berdampak pada perlambatan kinerja keuangan. 

“Pertumbuhan nasabah yang mencapai 21,4% pada semester I 2021, membuktikan Pegadaian tetap hadir sebagai sahabat masyarakat di tengah kesulitan ekonomi. Pandemi covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir," ujar Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dalam keterangan resmi, Selasa (10/8).

Baca juga: Imbas PPKM, BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit Lebih Rendah

Lebih lanjut, Kuswiyoto menjelaskan bahwa selama pandemi covid-19 tidak hanya Pegadaian yang mengalami perlambatan kinerja. Namun, kondisi itu juga dialami sebagian besar sektor bisnis, baik usaha besar, UMKM, usaha ultra mikro, maupun masyarakat pada umumnya.

Sejak awal pandemi, perseroan terus memberikan kemudahan pada masyarakat. Seperti, produk Gadai Peduli yang tidak memungut bunga (bunga 0%), program restrukturisasi dan relaksasi, hingga penyaluran program subsidi bunga yang diluncurkan pemerintah.

“Pegadaian mendukung program pembangunan ekosistem ultra mikro bersama BRI dan PNM. Kami juga terus mengembangan kolaborasi dengan pihak swasta, koperasi, komunitas, lembaga pendidikan dan berbagai mitra lainnya,” pungkas Kuswiyoto.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT