05 August 2021, 22:51 WIB

Tinggalkan Dolar AS, RI-Tiongkok Sepakat Pakai Mata Uang Lokal


Insi Nanrtika Jelita | Ekonomi

Antara/Reno Esnir
 Antara/Reno Esnir
Petugas perbankan menghitung uang rupiah

INDONESIA dan Tiongkok sepakat menerapkan penggunaan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) dalam perdagangan bilateral kedua negara. Penggunaan ini diharapkan mampu meminimalisir kebergantungan pada mata uang dolar Amerika Serikat (USD).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan dalam dialog kebijakan “Gambir Trade Talk ke-1” pada Kamis (5/8)

"Upaya dalam mengurangi ketergantungan terhadap mata uang USD ini sebagai penyelesaian transaksi dan meningkatkan efisiensi biaya transaksi,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Kasan mengatakan, Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dan volume perdagangan kedua negara terus mengalami peningkatan. Pada 2020 nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai US$31,78 miliar atau 19,46% dari total nilai ekspor Indonesia. Total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$71,4 miliar pada tahun lalu. 

“Saat ini Tiongkok merupakan tujuan utama ekspor terbesar Indonesia dengan pangsa lebih dari 20%. Sementara pada Semester I 2021 ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai US$22,45 miliar atau 21,82% dari total ekspor Indonesia,” jelasnya. 

Baca juga : KKP : Sektor Perikanan Tumbuh 9,69% di Kuartal II 2021

Sementara, Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno menyakini, manfaat kerja sama LCS Indonesia-Tiongkok. akan menguntungkan pelaku usaha. Sejak dua tahun terakhir, pihaknya mengaku telah menjalin pertukaran gagasan dengan Bank Indonesia, perbankan Indonesia, dan pelaku usaha.

“Diharapkan Bank Indonesia dapat memberikan fasilitas swab Rupiah dan RMB baik secara kesepakatan langsung maupun lelang. Apindo mendorong anggotanya untuk menggunakan RMB (Renminbi) sebagai mata uang utama untuk transaksi perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok,” kata Benny.

Corporate Marketing Director Bank of China Handojo Wibawanto juga mengungkapkan, implikasi penerapan LCS akan memiliki dampak yang positif. Dengan implementasi itu, ke depan diharapkan meningkatkan kerja sama perdagangan dan ekonomi Indonesia dan Tiongkok secara lebih erat. 

“Kami melihat besarnya antusiasme perbankan Indonesia dalam memfasilitasi implementasi LCS. Pengusaha Indonesia akan memiiki keuntungan dalam akses ke pasar Tiongkok, mengingat pembayaran dapat dilakukan dengan mata uang masing-masing," tuturnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT