26 July 2021, 21:15 WIB

Abu Dhabi Pangkas Biaya Pendaftaran Bisnis hingga 90%


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Karim Sahib.
 AFP/Karim Sahib.
Oasis Liwa Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

ABU Dhabi akan memangkas biaya pendirian bisnis baru hingga lebih dari 90% mulai Selasa (27/7). Langkah ini untuk meningkatkan daya saing regional dan internasional emirat yang sudah menjadi magnet bagi perdagangan.

Dalam beberapa pekan terakhir, pihak berwenang telah meningkatkan upaya untuk merayu bisnis baru ke Abu Dhabi, salah satu dari tujuh emirat yang membentuk Uni Emirat Arab. Pajak perusahaan praktis nol di UEA karena berusaha mendiversifikasi ekonominya yang sebelumnya berbasis minyak.

"Biaya pengaturan bisnis di emirat Abu Dhabi telah dikurangi menjadi AED1.000 (US$272), pengurangan lebih dari 90%," kata Kantor Media Pemerintah Abu Dhabi dalam pernyataan Minggu (25/7) malam.

Tarif baru akan menghapus beberapa biaya yang sebelumnya dibayarkan ke sejumlah badan publik dan pengurangan lain. Ini akan mulai berlaku mulai Selasa 27 Juli, tambahnya.

"Langkah ini akan secara signifikan meningkatkan kemudahan berbisnis di emirat dan meningkatkan daya saing Abu Dhabi secara regional dan internasional," kata pernyataan itu. Menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, Uni Emirat Arab termasuk di antara yurisdiksi tanpa pajak atau tidak signifikan.

Namun, UEA pada Senin menyambut kesepakatan bersejarah untuk merombak cara pajak perusahaan multinasional. UEA mendukung konsensus global untuk memerangi penghindaran pajak dan pengalihan keuntungan.

Lebih dari 130 negara telah menyetujui reformasi perpajakan internasional, termasuk tarif perusahaan minimum 15%. "UEA berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan OECD dan anggota (kerangka kerja inklusif) untuk memajukan diskusi teknis lebih lanjut guna memastikan hasil yang adil dan berkelanjutan dapat dicapai," kata asisten wakil sekretaris di kementerian keuangan, Saeed Rashid al -Yateem, menurut pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi WAM.

UEA baru-baru ini meluncurkan serangkaian reformasi ekonomi. Sejak 1 Juni orang asing telah mampu menciptakan bisnis dan mempertahankan kendali atas semua modal, yang hanya mungkin di zona bebas khusus, dibandingkan dengan maksimal 49% di luar zona tersebut sebelumnya.

Abu Dhabi dan Dubai, salah satu dari tujuh emirat, secara tradisional bersaing untuk menjadi tuan rumah kantor regional bisnis global, menarik ribuan perusahaan. Pada Juni pemerintah Dubai mengumumkan serangkaian reformasi yang akan diberlakukan pada pertengahan September untuk mengurangi biaya melakukan bisnis dan merangsang pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Raksasa Properti Jerman Konfirmasi Merger yang Gagal

Dalam beberapa bulan terakhir Arab Saudi, ekonomi terbesar di dunia Arab, telah muncul sebagai pesaing kekuatan Uni Emirat Arab karena berusaha untuk memutuskan ketergantungannya sendiri pada minyak. Dengan distrik bisnis baru di ibu kota Riyadh, Arab Saudi mengeluarkan ultimatum kepada bisnis asing pada Februari bahwa mereka harus menempatkan kantor pusat regional mereka di sana pada 2024 atau berisiko kehilangan kontrak pemerintah yang menguntungkan. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT