26 July 2021, 20:51 WIB

Raksasa Properti Jerman Konfirmasi Merger yang Gagal


Mediaindonesia.com | Ekonomi

AFP/Ina Fassbender.
 AFP/Ina Fassbender.
Logo Vonovia.

GRUP properti terkemuka Jerman, Vonovia, mengonfirmasi pada Senin (26/7) bahwa tawaran pengambilalihan 19 miliar euro dari saingannya Deutsche Wohnen telah batal. Ini karena minat pemegang saham yang terbatas.

Kelompok tersebut merilis pernyataan yang mengonfirmasikan pengumuman pada Jumat bahwa hanya pemilik 47,62% saham Deutsche Wohnen yang menyetujui kesepakatan itu. Artinya, ini di bawah ambang batas 50% yang dibutuhkan.

Saham Deutsche Wohnen naik 1,37% menjadi 51,82 euro (US$61,08) di Bursa Efek Frankfurt. Saham Vonovia turun 3,23% menjadi 55,76 euro.

Penggabungan antara Vonovia dan Deutsche Wohnen akan melahirkan grup realestat terbesar di Eropa dengan lebih dari 500.000 properti. Vonovia sebelumnya mengajukan penawaran kepada Deutsche Wohnen pada 2016, tetapi ditolak oleh pemegang saham yang juga merasa harganya terlalu rendah.

Kali ini, Vonovia menawarkan uang tunai 52 euro per saham Deutsche Wohnen, ditambah dividen 1,03 euro per saham untuk tahun keuangan 2020. Di Jerman, mayoritas penduduknya ialah penyewa. Deutsche Wohnen dan Vonovia memainkan peran utama di sektor perumahan.

Perusahaan berjanji pada Mei bahwa jika kesepakatan berlanjut, mereka akan membatasi kenaikan sewa hingga 2026 dan membangun apartemen baru di Berlin. Warganya menderita selama bertahun-tahun akibat harga sewa yang tidak terkendali dan kurangnya perumahan yang terjangkau.

Baca juga: APPBI: Pelonggaran PPKM Tetap Memberatkan Pengelola Mal

Vonovia mengatakan pada Jumat bahwa janji itu akan tetap berlaku bahkan jika kesepakatan itu tidak dilanjutkan. "Vonovia terus memandang kombinasi kedua perusahaan sebagai hal yang menarik secara strategis," tambahnya. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT