15 July 2021, 16:56 WIB

Industri Oksigen Baru Beroperasi 74% dari Kapasitas Terpasang


Agus Utantoro | Ekonomi

Antara/Yulius Satria Wijaya.
 Antara/Yulius Satria Wijaya.
Petugas menyiapkan tabung oksigen untuk diisi di Cibinong Gas Oxygen Filling Station, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/7).

KELANGKAAN pasokan oksigen belum lama ini terjadi seiring pertambahan jumlah pasien covid-19. Salah satu langkah yang bisa dilakukan yaitu optimalisasi kapasitas unit-unit produksi di dalam negeri.

Saat ini industri yang baru beroperasi 74% dari kapasitas terpasang. Dari seluruh produksi, 72% di antaranya digunakan bagi kepentingan industri dan hanya 28% untuk kebutuhan medis.

"Yang bisa dilakukan yaitu optimalisasi kapasitas produksi unit-unit yang kita miliki. Namun, dengan meningkatnya kebutuhan oksigen yang sangat besar akibat melonjaknya pasien covid-19, menerima bantuan oksigen dari negara sahabat dan impor oksigen menjadi keniscayaan demi menyelamatkan banyak pasien," kata pakar energi yang juga dosen Departemen Teknik Kimia UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., Kamis (15/7).

Menurut dia, untuk kondisi normal sebenarnya pasokan oksigen di Tanah Air saat ini tidak ada masalah dan sudah mencukupi. Selain digunakan di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, oksigen juga banyak dipakai di blast furnace untuk pembuatan baja.

Baca juga: Tidak Mudah, ini Cara Produksi Oksigen
 

Dia menambahkan, oksigen merupakan komponen penting dalam sintesis zat-zat kimia seperti ammonia, alkohol, dan berbagai jenis bahan plastik. "Oksigen dan asetilen juga digunakan dalam pengelasan dan metal cutting karena dapat menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Bahan bakar roket bisa dari oksigen cair dengan suhu di bawah -183oC (minus 183 derajat Celsius)," jelas Panut Mulyono yang juga Rektor UGM itu. (OL-14)

BERITA TERKAIT