07 July 2021, 16:40 WIB

Teknologi Digital Dapatkan Momentum


Mediaindonesia.com | Ekonomi

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
 Pekerja melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

PANDEMI covid-19 yang masih melanda Tanah Air ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kegiatan bisnis. Hal itu dibuktikan oleh dengan kabar tentang sejumlah perusahaan berbasis teknologi digital yang akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini.

Analis Trimegah Sekuritas Rovandi mengungkapkan market akan antusias menyambut emiten teknologi digital yang akan melakukan IPO. Selain kapitalisasi yang besar, nama brand juga sudah banyak di kenal masyarakat. Minat penggunaan jasa teknologi di masyarakat saat ini memang meningkat. Tidak mengherankan jika para investor menanti kedatangan emiten sektor teknologi di BEI. “Market juga akan melihat sisi value para perusahaan tersebut apakah murah atau mahal IPO-nya,” ucapnya.

Baca juga:  BI Dorong Perluasan Digitalisasi Sistem Pembayaran

Rovandi juga menyampaikan strategi bisnis dengan IPO ini tentu akan membuat perusahaan digital dapat memperluas basis investasi para pemilik modal dalam negeri. Era digitalisasi pun menjadi potensi yang baik bagi perusahaan berbasis teknologi untuk terus tumbuh, apalagi di masa pandemi covid-19 saat ini. Dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

“Salah satu tujuan IPO sendiri adalah untuk mencari dana segar dan bisa menjadi dana tambahan untuk mengembangkan serta membesarkan nama/brand agar lebih terkenal lagi,” katanya.

Sebelumya dikabarkan bahwa startup e-commerce asal Indonesia, Bukalapak bakal melaksanakan IPO pada akhir bulan ini. Perusahaan rintisan berstatus unicorn yang menggunakan kode BUKA akan melepas 25% saham dari total modal yang disetor dan ditempatkan.

Mereka bahkan juga disebut-sebut sudah menunjuk setidaknya 5 penjamin emisi yang terbagi atas joint global coordinator, joint bookrunners, joint lead managing underwriters, dan domestic underwriters. Lima penjamin emisi tersebut adalah UBS (global), BofA Securities, Mandiri Sekuritas, PT Buana Capital Sekuritas, dan PT UBS Sekuritas Indonesia. Bukalapak juga akan menawarkan saham alokasi untuk karyawan alias employee stock allocation (ESA) sebanyak maksimal 0,1% dari total saham IPO yang ditawarkan.

Perusahaan berbasis teknologi digital lainnya yang akan melantai di BEI pada Juli 2021 juga ada PT Trimegah Karya Pratama atau yang dikenal dengan merek dagang Ultra Voucher. Perusahaan dengan kode UVCR ini merupakan pelopor dan aggregator voucher diskon digital terbesar di Indonesia yang akan melepas maksimal 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, atau maksimal 500 juta lembar saham.

Chief Operating Officer & Co-Founder PT Trimegah Karya Pratama Riky Boy Permata mengungkapkan Ultra Voucher juga termasuk sebuah aplikasi dan features pelengkap atau supporting dari berbagai platform, perusahaan dan bank digital. Secara fundamental, bisnis Ultra Voucher menunjukkan performa positif, sepanjang 2020, laba bersih tahun berjalan tercatat melonjak 408,9%. Per Maret 2021, laba tahun berjalan tercatat Rp543,49 juta dengan total penjualan Rp194,48 miliar.

“Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk meningkatkan fundamental bisnis Perseroan, yakni sekitar 36% untuk belanja modal termasuk pengembangan produk dan fitur, 34% untuk beban operasional termasuk penambahan sumber daya manusia, software, channel distribusi, dan 30% untuk peningkatan modal kerja termasuk pembelian persediaan voucher,” ujar Riky. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT