17 June 2021, 23:16 WIB

Kolaborasi USG-Flybest Bekali Pilot dengan Pendidikan Manajerial


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Simulasi pilot yang digelar USG dan Flybest

INDUSTRI penerbangan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan dinamisasi tingkat kebutuhan penumpang. Secara global, industri penerbangan bisa terus berkembang namun juga bisa mengalami pasang surut sesuai dengan kondisi, di masing-masing negara. Saat ini industri penerbangan mengalami gejolak akiba terdampak pandemi Covid – 19.

Dengan demikian memiliki gelar pendidikan formal di dunia aviasi akan menjadi pilihan popular. Memiliki gelar sarjana bagi pilot merupakan pilihan yang mumpuni karena memiliki manfaat jangka panjang. Para Pilot memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan, mendapatkan kesempatan lain, dan tidak terkotakkan di jalur professional pilot saja . 

Program kolaborasi yang dilakukan oleh UniSadhuGuna (USG) sebagai penyedia program pendidikan internasional dan Flybest Academy (Flybest) akan menjadi pilihan tepat dalam dunia aviasi. Kolaborasi ini menghadirkan konsep baru pendidikan Pilot di Indonesia, yaitu integrasi program Bachelor of Business Aviation Management dan Pilot License. 

Dengan program integrasi tersebut kedua institusi itu akan menciptakan lulusan-lulusan Pilot maupun professional di bidang aviasi lainnya yang kompeten dan tangguh dalam menghadapi persaingan dunia kerja era industri 4.0, di pasar regional dan global.

"Hal ini akan menjadi kompetensi baru bagi para pilot kita. Memiliki nilai tambah di bidang skill dan akademis akan berpengaruh untuk kelangsungan karir seorang Pilot secara jangka panjang, Selain dibekali skill menerbangkan pesawat komersial, pilot yang mengantongi gelar S1 ini juga secara otomatis memiliki wawasan manajerial tentang pengelolaan bandara dan industri penerbangan yang sangat luas cakupannya," kata Dharmadi, Board of Advisors to General Chairman INACA (Indonesia National Air Carriers Association).

Ia berharap, pilot lulusan hasil kolaborasi USG dan Flybeast bisa menempati posisi-posisi di manajerial di masa depan. 

"Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berkembang di industri lain apabila mereka mempunyai rencana lain dalam kehidupannya,” imbuhnya.

Dharmadi menambahkan, program USG-FlyBest menawarkan kurikulum pembelajaran dunia nyata yang mengarah dengan kebutuhan industri penerbangan.

"Diperkirakan pada 2023, airline akan mulai proses recovery pasca pandemic. Kami ingin menjembatani anak muda bukan hanya bermimpi, namun mewujudkan impian mereka menjadi kenyataan. Program USG FlyBest memberikan sebuah solusi bagi para generasi muda mewujudkan mimpi mereka terjun ke dunia aviasi global dengan hanya 4 tahun durasi studi  dan biaya yang terjangkau," ucapnya.

Presiden Direktur PT UniSadhuGuna Adhirama Gumay berharap, program itu akan membantu menginspirasi generasi pilot kedepannya. 

Baca juga : Garuda Indonesia Umumkan Penundaan Pembayaran Kupon Global Sukuk 

“Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan memberikan banyak nilai tambah dalam jangka panjang. Pembekalan pendidikan dan skill yang mereka miliki nantinya akan dapat terserap di dalam segala sektor industri penerbangan”katanya di sela-sela acara simulasi pengoperasian pesawat terbang di FlyBest Academy BSD City, Kamis (17/6).

Program USG FlyBest menawarkan kurikulum pembelajaran dunia nyata atau real-world learning yang mengarah dengan kebutuhan industri penerbangan dan mengadopsi kurikulum dari negara Inggris, Pearson BTEC dan Teesside University.

Head of UniSadhuGuna BSD Campus & BTEC Specialist Aimee Sukesna mengatakan, konten dari program itu sangat relevan ke perkembangan manajemen di semua bidang termasuk aviasi.

"Ketika mengambil program siswa akan di ajak untuk mendalami lima pilar aspek bisnis termasuk manajemen, pemasaran, keuangan, pengembangan sumber daya dan operasional.  Nilai tambah lagi dari program ini untuk siswa yang tertarik berkarir di bidang penerbangan adalah studi kasus yang akan di gunakan sangat berhubungan dengan perkembangan dan tren dunia penerbangan skala lokal dan internasional, sehingga lulusannya akan siap berkompetisi secara global," jelasnya.

Program Aviasi yang ditawarkan USG dan FlyBest terdiri dari tiga jalur studi. Pertama, untuk calon pilot (Cadet), difokuskan pada program integrasi Pilot License Program dan Bachelor of Business (Aviation). Para siswa akan mendapatkan gelar S1 dari STIE UniSadhuGuna (UBS) plus sertifikasi internasional BTEC Level 7 dari Pearson UK melalui program UniSadhuGuna International College (UIC). 

"Siswa juga mempunyai opsi mengambil double degree dari UK, melalui Bachelor of Business Program dari Teesside University," kata Aimee.

Kedua, program yang dibuka untuk pilot profesional, yaitu mereka yang ingin meningkatkan ijin terbang ke Air Transport License (ATPL) dan mendapatkan Bachelor of Business (Aviation) untuk menunjang karir di dunia penerbangan masa depan. 

Ketiga, Executive Development Program yang merupakan program khusus untuk Kapten Pilot yang ingin mendapatkan gelar Master of Science (International Management) dari Teesside University yang dapat di pergunakan untuk modal bekerja di manajerial tingkat tinggi industri aviasi baik manajemen penerbangan atapun bandara. 

“Prospek karir dalam dunia Aviasi ini sangat strategis dan bukan hal mudah yang dapat diraih semua orang. Maskapai penerbangan terutama yang jangkauan internasional memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat, diantaranya adalah selain Air Transport Pilot License dengan minimum 1,500 jam terbang juga membutuhkan kualifikasi Bachelor. Disinilah peran penting kami, untuk membantu siswa memenuhi syarat maskapai maupun jasa aviasi internasional ini dari kedua sisi baik akademis dan non-akademis atau pengembangan soft skills”, tambah Aimee. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT