07 June 2021, 19:40 WIB

Yorrys Puji Penanganan Covid-19 RI di Forum Buruh Internasional


Thomas Harming Suwarta | Ekonomi

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Ketua Umum KSPSI Yorrys Rawaeyai saat menghadiri pertemuan Organisasi Buruh Internasional

PIMPINAN DPD RI sekaligus Ketua Umum Knfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI),Yorrys Raweyai ikut mengambil bagian dalam pertemuan tahunan International Labour Conference yang ke-109 dihadiri 185 Negara. Pertemuan yang seyogianya dilaksanakan di Geneva, Switzerland tersebut tahun ini dilakukan secara virtual. 

Dalam kesempatan tersebut mewakili aspirasi buruh dari Indonesia, Yorrys mengingatkan pentingnya perlindungan sosial bagi setiap pekerja di dunia. Bukan hanya itu Yorrys secara khusus memberi apresiasi langkah pemerintah Jokowi dalam menangani Pandemi Covid 19 yang mampu menjembatani upaya penanganan Covid dengan pemulihan ekonomi pada saat yang sama.

"Dalam forum ini beberapa agenda penting yang dibahas yaitu pembahasan di komite aplikasi standard, komite tanggap covid dan komite mengenai perlindungan sosial. Dan saya menegaskan betapa pentingnya perlindungan sosial ini bagi setiap pekerja di seluruh dunia, dan apresiasi atas langkah presiden Jokowi dalam menangani Covid 19 di Indonesia," ungkap Yorrys seperti dikutip dari rekaman pidato yang diterima wartawan, di Jakarta, Senin (7/6).

Ditegaskan Yorrys, Indonesia sempat masuk dalam long list negara-negara yang akan membahas permasalahan ketenagakerjaan terkait konvensi No. 100 terkait isu pengupahan. Namun kemudian terkonfirmasi bahwa di komite CAS tersebut bahwa kasus Indonesia tidak masuk dalam pembahasan. 

"Sehingga tentu saja apresiasi kita sampaikan kepada segenap pihak yang telah memberikan penjelasan dan tanggapan secara komprehensif dan tentunya banyak masukan dari Pekerja agar Pemerintah semakin meningkatkan improvement dalam kerangka tripartrit," katanya.

Yorrys mewakili ketua delegasi Buruh se Indonesia menyampaikan pidatonya sebagai tanggapan dan diskusi atas Report of the Chairperson of the Governing Body dan Director General ILO. Pidato tersebut merupakan yang ke-2 kalinya disampaikan oleh Yorrys setelah pidato pertamanya pada tahun 2015 pada sesi ke-104 International Labour Conference bertempat di Geneva, Switzerland.

Yorrys menyoroti misalnya mengenai pentingnya perlindungan social semesta sebagai warisan bersama seluruh umat manusia, dan oleh karena itu ia mendorong agar masing-masing negara berlomba untuk memberikan yang terbaik bagi rakyatnya termasuk juga Indonesia. 

Baca juga : Pemerintah Gandeng Kampus untuk Presidensi G20 Indonesia 2022

Disisi lain Yorrys berharap bahwa Komite tanggap Covid melahirkan ide-ide dan berbagi praktek terbaik masing-masing negara sebagai konklusi dari pertemuan tahunan ini dalam menanggulangi penyebaran covid-19 sekaligus juga melakukan upaya-upaya pemulihan ekonomi. 

"Kami tentu mengapresiasi Presiden Joko Widodo dalam membuat kebijakan pencegahan Covid-19 yang dibarengi dengan program pemulihan ekonomi nasional, sehingga keselamatan dan kesehatan rakyat tetap menjadi prioritas utama namun disisi lain perekonomian juga harus berjalan dengan baik," katanya.

Pada kesempatan tersebut Yorrys juga menyampaikan bahwa di Indonesia baru saja mengesahkan UU Cipta Kerja sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi dalam rangka memberikan kemudahan berusaha dan berinvestasi maupun menciptakan lapangan kerja yang luas mengingat Indonesia akan menyongsong era bonus demografi. 

"Dalam konteks ini Pemerintah Indonesia melakukan berbagai langkah yang memadai untuk memastikan bahwa UU tersebut benar-benar efektif dalam implementasinya dan tentunya terus dilakukan koordinasi tripartite untuk melakukan improvement terkait kondisi ketenagakerjaan dengan memperkuat social dialog," paparnya.

Pada akhir sambutannya, senator DPD asal Papua itu menyerukan semua pihak untuk bergandeng tangan dalam menyelesaikan banyak hal terkait pandemic Covid 19. 

"Bahwa meskipun dalam situasi tersulit pun kita harus optimis bahwa semua pihak menerapkan cara terbaiknya dalam mencegah penyebaran covid dan terus melakukan perbaikan dan pemulihan ekonomi di negara masing-masing," pungkas Yorrys. (OL-7)

BERITA TERKAIT