29 May 2021, 09:39 WIB

Buntut Boikot Indomaret, Kemnaker Panggil Manajemen dan Pekerja


Fetry Wuryasti | Ekonomi

Antara/Ahmad Subaidi
 Antara/Ahmad Subaidi
Gerai Indomaret

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memfasilitasi pertemuan pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan ketenagakerjaan di PT Indomarco Prismatama.

Indomarco adalah jaringan ritel waralaba  yang beroperasi dengan nama Indomaret. 

Sebagai informasi, Indomarco saat menghadapi ancaman boikot  karena memidanakan salah seorang pegawai Indomaret, yang juga anggota FSPMI bernama Anwar Bessy,  yang menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) 2020 yang tidak dibayarkan secara penuh.

Anwar dipidanakan karena disebut telah merusak salah satu fasilitas milik Indomarco Prismatama. 

Kemnaker berharap pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan ketenagakerjaan di PT Indomarco Prismatama tersebut untuk mengedepankan asas musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan masalah ini.

Kemnaker melalui Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja telah memfasilitasi dengan mempertemukan manajemen Indomarco dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh, untuk bersama-sama mencari solusi dan jalan terbaik dengan mengedepankan iktikad baik, untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan antar pihak maupun masyarakat.

“Kami mengimbau dan meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan melakukan dialog bipartit untuk menyelesaikan masalah yang terjadi,” kata Putri.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak telah menyatakan komitmennya untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dan menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Respon dari kedua belah pihak adalah mereka akan berupaya menyelesaikan persoalan ini dengan baik. Memang butuh waktu, tapi kita harus kedepankan semangat dialog secara bipatit antara kedua belah pihak,” kata Putri.

Putri juga meminta seluruh pihak untuk terus memupuk dialog sosial antara manajemen dengan SP/SB sebagai instrumen untuk bertukar pikiran dan mempererat kebersamaan. Dialog sosial jangan hanya dilakukan manakala ada permasalahan saja.

“Situasi pandemi Covid-19 ini telah membawa kita pada kondisi yang sulit. Oleh karenanya, kita harus bersatu, saling memahami, dan saling mendukung agar kita dapat bertahan dan keluar dari situasi ini,” kata Putri. (E-1)

BERITA TERKAIT