17 May 2021, 15:05 WIB

Pemerintah: Perputaran Uang Selama Lebaran Capai Rp154 Triliun


Dhika kusuma winata | Ekonomi

MI/VICKY GUSTIAWAN
 MI/VICKY GUSTIAWAN
Suasana pusat perbelanjaan menjelang lebaran di Dalem Kaum, Bandung, Jawa Barat

KETUA Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peredaran uang di masyarakat pada Lebaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Selama Idulfitri kemarin, tercatat terjadi peredaran uang sebanyak Rp154 triliun.

"Dilaporkan oleh Bank Indonesia (BI) peredaran uang BI sebesar Rp154,5 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 41,5%. Khusus Jabodetabek, BI mencatat penarikan dana tunai naik 61% atau Rp34,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan nasional. Tentunya larangan mudik melalui PPKM telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi," kata Airlangga seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/5).

Airlangga juga menyebut ada 10 daerah yang juga sudah mengalami pertumbuhan ekonomi positif. Sepuluh daerah itu yaitu Riau (0,41%), Papua (14,28 %), Sulawesi Tengah (6,26%), DI Yogyakarta (6,14%), Sulawesi Utara (1,87%), Sulawesi Tenggara (0,06%), Nusa Tenggara Timur (0,12%), Papua Barat (1,47%), Kepulauan Bangka Belitung (0,97%), dan Maluku Utara (13,45%).

Baca juga: IHSG Diproyeksi Menguat Usai Libur Lebaran

Pertumbuhan tersebut, kata Airlangga, didorong oleh sejumlah sektor yang sudah mulai tumbuh positif di antaranya sektor pertanian, pengadaan listrik, pengadaan air; informasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan kesehatan.

"Catatan kami juga terlihat beberapa daerah menyumbangkan pertumbuhan terbesar, antara lain tentunya sepuluh provinsi besar yang menyumbang sekitar 77,71%," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 11 Mei 2021 mencapai Rp172,35 triliun atau 24% dari pagu anggaran. Realisasi itu meliputi program kesehatan sebesar Rp24,9 triliun atau 14,2% dari pagu. Lalu, realisasi program perlindungan sosial sebesar Rp56,79 triliun atau 37,8% dari pagu.

Kemudian, program prioritas mencapai Rp21,8 triliun, dukungan UMKM dan korporasiRp42,03 triliun, program insentif usaha Rp26,83 triliun.(OL-4)

BERITA TERKAIT