11 May 2021, 23:23 WIB

Pandemi Dorong Pengelola Parkir Percepat Transformasi Digital


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

Dok. CentrePark
 Dok. CentrePark
Ilustrasi CentrePark

PERUSAHAAN manajemen perparkiran,  PT Centrepark Citra Corpora (CentrePark), melakukan sejumlah upaya strategis untuk mendukung transformasi digital di berbagai proses bisnisnya. Digitalisasi dinilai mampu memperkokoh posisi kepemimpinan CentrePark di ekosistem operator parkir yang mengandalkan teknologi terkini saat ini. 

Salah satu program yang digagas adalah menerapkan sistem pelatihan dan pembekalan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang digital. Chief Operating Officer (COO) CentrePark Adriatik Harisnanda menyebut program ini sudah mulai bergulir sejak 2020, beberapa saat setelah Covid-19 mewabah di Indonesia. 

“Selama masa pandemi ini CentrePark menyediakan kesempatan class training dengan fokus materi tentang digital transformation, seiring sebagian besar SDM di CentrePark saat ini merupakan generasi milenial pengguna teknologi tinggi. Pelatihan dilakukan secara online sesuai arahan pemerintah wajib menerapkan social distancing atau menjaga jarak di tempat kerja,” kata Adriatik, dalam keterangan pers.

Selain untuk memperkuat pelaksanaan transformasi digital, tujuan pelatihan tersebut juga untuk mengasah keterampilan masyarakat selagi masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia. 

“Melalui inisiatif ini, CentrePark berupaya untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan new normal, era di mana proses digitalisasi di berbagai lini akan berjalan semakin cepat, termasuk di area perparkiran,” jelas Adriatik.

Tema yang dipelajari selama pelatihan mencakup berbagai domain digital seperti penerapan uang elektronik (cashless) untuk transaksi bayar parkir meliputi e-Money, Flazz, Brizzi dan TapCash. Sejumlah model bisnis digital juga telah diterapkan, salah satunya Central Parking Monitoring yang memungkinkan para partner bisnis seperti pengelola gedung dan pemilik properti dapat memantau langsung (real time) jumlah traffic kendaraan, kondisi area parkir hingga pendapatan hanya melalui platform.

Baca juga : Lebaran Virtual, ShopeePay Bagikan Empat Ide THR Unik & Berkesan

“Eranya sudah ke arah sana. Termasuk laporan kami kepada klien juga sudah dalam bentuk paperless. Itulah perlunya pelatihan bidang digital bagi SDM kami,” tuturnya.

Ajakan melek digital kepada seluruh karyawan CentrePark juga menyentuh pembahasan tren perubahan masyarakat dari transaksi tanpa fisik melalui aplikasi parkir bernama Parkee. 

Adriatik menjelaskan, sebagian besar lahan parkir yang dikelola pihaknya telah didigitalisasi oleh Parkee, sehingga sangat memungkinkan pengguna parkir CentrePark bisa menggunakan fitur memesan atau booking slot parkir terlebih dulu melalui aplikasi Parkee. 

"Pun pembayaran parkir dengan uang digital seperti GoPay, Dana, Ovo, LinkAja dan Shopee di lebih dari 200 titik parkir yang tersebar di Indonesia juga bisa diakomodir oleh aplikasi tersebut. Materi ini kami sampaikan saat class training kepada seluruh karyawan CentrePark,” papar Adriatik.\

Terkait hal itu, Chief Executive Officer CentrePark Charles Oentomo mengatakan, perkembangan teknologi pembayaran membuat masyarakat semakin mudah ketika akan bertransaksi. Cukup dengan menggunakan uang elektronik pada aplikasi Parkee ataupun dompet digital, setiap orang bisa membayar apa saja tanpa repot membawa uang tunai. 

Pengadopsian digital ini, lanjutnya, didorong karena adanya pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat lebih membutuhkan transaksi pembayaran secara cashless. 

“Adanya pandemi memaksa bisnis parkir untuk menerapkan pembayaran secara non tunai. Hal ini guna menekan penularan virus. Kami juga telah menerapkan touchless button di pintu masuk,” ujarnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT