10 May 2021, 14:28 WIB

Wibi Nasdem : Tidak Mudah UMKM Rambah Digital


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Dok. Ist
 Dok. Ist
Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Widi Andrino

KETUA  Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengibaratkan bahwa UMKM saat ini seperti pasien rumah sakit yang berada di ICU. 

Menurutnya, pasien di ICU merupakan pasien yang sudah kritis dan membutuhkan pertolongan ekstra. Hal itulah yang menurutnya harus dilakukan oleh pemerintah.

"Jadi treatment pada UMKM harus seperti tenaga medis yang merawat di pasien ICU. Jadi pasien ini sudah kritis, bukan pasien umum yang kembali lagi untuk dilakukan pengecekan. Pasien ICU itu harus selalu dicek day by day perkembangannya," ungkapnya dalam Webinar Penerapan Digitalisasi Ciptakan UMKM Tangguh Pasca Pandemi, Senin (10/5).

Lebih lanjut, Wibi juga menambahkan bahwa untuk merambah digital juga bukan perkara yang mudah bagi UMKM. Pasalnya, menurut dia saat ini persaingan pasar digital juga sudah cukup sesak dengan ikut masuknya korporasi besar.

Hal ini membuat UMKM sulit mendapatkan tempat jika pasar digital pun ternyata dipenuhi oleh beragam produk besar yang dapat membuat produk UMKM kalah saing.

"Kondisi saat ini UMKM nafasnya rendah, banyak korporasi besar ikut meramaikan pasar digital. Kalau seperti ini, posisi UMKM ada di mana? Maka dari itu perlu adanya regulasi untuk mendukung keberpihakan terhadap UMKM khususnya perlindungan usaha digital," kata Wibi.

Dia juga menyarankan agar pemerintah provinsi menciptakan platform e-commerce mandiri dalam kegiatan pemasaran. Dengan begitu, akan tercipta marketplace yang tidak bergantung pada pihak swasta untuk memasarkan hasil produk UMKM binaan pemerintah provinsi masing-masing.

"Kerja sama ini tentu akan menghasilkan peningkatan perekonomian daerah," pungkasnya. (Des)

BERITA TERKAIT