10 May 2021, 14:15 WIB

Menhub: Yang Sudah Mudik Tolong Tunda Kepulangan


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
 Pemudik sepeda motor memadati jalur pantura Karawang, Jawa Barat, Senin (10/5).

PEMERINTAH akan mengawal dengan ketat puncak arus balik yang diperkirakan akan terjadi pada 16 Mei atau H+2 perayaan Idul Fitri. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, pada tanggal tersebut, akan ada sekitar 3,6 juta orang yang kembali ke daerah asal.

Sebagai antisipasi, pemerintah pun mengimbau sebagian pemudik untuk menunda kepulangan mereka. "Ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan massa di satu lokasi tertentu," ujar Budi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/5).

Selain itu, pemerintah juga akan melaksanakan vaksinasi di beberapa titik yang berpotensi menjadi konsentrasi masyarakat saat arus balik.

"Kami akan lakukan tracing intensif di beberapa tempat yang punya konsentrasi besar seperti Madiun Ngawi, Cirebon, Semarang, Yogyakarta dan lain-lain. Jadi kami usulkan kepada Pak Menteri Kesehatan untuk memberi vaksin gratis bagi yang melakukan perjalanan darat," jelasnya.

Pada periode 6-9 Mei 2021, jumlah penumpang transportasi udara turun hingga 93% dari hari biasa atau sebelum larangan mudik diterapkan. Penyusutan angka penumpang hingga 90% juga terjadi pada moda angkutan laut dan kereta api.

Adapun, di jalur darat, jumlah pergerakan turun tercatat 40%. Namun, Budi mengakui dalam beberapa hari sebelum larangan mudik diterapkan, ada masyarakat yang sudah melakukan perjalanan.

"Pada masa 22 April sampai 5 Mei 2021 terjadi kenaikan jumlah pemudik sebanyak 30%. Kepulangan mereka ini yang kita antisipasi," tandasnya. (P-2)

BERITA TERKAIT