05 May 2021, 15:24 WIB

Kinerja Ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2021 Solid


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Warga bersiap menyeberang Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta.

KINERJA ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 mengindikasikan tren pemulihan yang solid dan optimisme ekonomi di tengah pandemi covid-19. 

Hal itu juga dibarengi dengan penurunan kasus covid-19 dan pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 yang terus diperkuat. Demikian disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu saat menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS).

Meski berbagai sinyal positif muncul dalam agenda pemulihan ekonomi, pemerintah akan tetap mengambil langkah yang bersifat antisipatif. Mengingat, pandemi covid-19 belum usai. Berkaca dari kasus covid-19 di India yang mencapai 400 ribu orang per hari, lanjut dia, harus menjadi pelajaran bagi Indonesia.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh -0,74% di Triwulan I 2021

Upaya pembukaan aktivitas ekonomi perlu dilaksanakan secara hati-hati. Tentunya dengan memperhatikan disiplin protokol kesehatan.

"Sejalan dengan itu, pemerintah secara konsisten memperkuat langkah pemulihan ekonomi melalui faktor yang menjadi game changer. Melalui penanganan pandemi, dukungan kepada sektor riil dan kebijakan reformasi struktural," papar Febrio dalam keterangan resmi, Rabu (5/5).

"Langkah penanganan di bidang kesehatan tetap menjadi prioritas utama untuk mengatasi sumber guncangan," sambungnya.

Adapun langkah di bidang kesehatan meliputi vaksinasi gratis bagi 181,5 juta penduduk Indonesia, yang diharapkan mencapai kekebalan komunal (herd immunity) pada 2022. Selain itu, penguatan 3M dan 3T terus dilakukan pengambil kebijakan.

Pemerintah juga memberikan survival and recovery kit melalui PEN 2021, yang dinilai konsisten mengakselerasi pemulihan ekonomi. Tercatat hingga 30 April 2021, program PEN sudah terealisasi Rp155,63 trilun, atau 22,3% dari pagu Rp699,43 triliun.

Baca juga: Menkeu: Pemulihan Ekonomi di Sektor dan Daerah Belum Merata

Realisasi itu terdiri dari perlindungan sosial Rp49,07 triliun, atau 32,7% dari pagu. Lalu, dukungan kepada UMKM dan insentif usaha masing-masing terealisasi Rp40,23 triliun, atau 20,8% dari pagu dan Rp26,20 triliun, atau 46,2% dari pagu.

"Ke depan, penyaluran PEN terus dipercepat guna mendorong kinerja perekonomian kembali ke zona positif," pungkas Febrio.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 tercatat masih tumbuh di zona negatif. Dalam laporan BPS, perekonomian Indonesia pada tiga bulan pertama tahun ini minus 0,74% secara tahunan (yoy). Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp3.969,1 triliun. Sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp2.683,1 triliun.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT