04 May 2021, 21:38 WIB

Hingga April, Serapan Anggaran Kementerian PUPR Capai Rp33,33 T


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Antara
 Antara
Basuki Hadimuljono

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, penyerapan keuangan belanja infrastruktur telah mencapai 24,49% atau senilai Rp33,33 triliun dari total pagu tahun anggaran (TA) 2021 sebesar Rp136,06 triliun per (28/4).

Dari besaran awal Pagu Kementerian PUPR 2021 sebesar Rp149,81 triliun mengalami refocusing sebesar Rp 17,99 triliun, menjadi Rp132,81 triliun. Lalu, mendapat tambahan dari percepatan pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN) sebesar Rp4,04 triliun dan luncuran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp210 miliar, sehingga total menjadi Rp136,06 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono menuturkan, belanja infrastruktur seperti pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan strategis pariwisata terus dilaksanakan.

"Saya pastikan kegiatan-kegiatan strategis di Kementerian PUPR tetap berjalan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi Program Pemulihan Ekonomi Nasional dampak pandemi covid-19," kata Basuki dalam keterangannya, Selasa (4/5).

PUPR menjelaskan, dari total jumlah paket untuk TA 2021 sebanyak 5.146 paket, yang sudah terkontrak 3.388 paket dengan nilai Rp29,83 triliun. Pada akhir triwulan II 2021 direncanakan terkontrak sebanyak 1.448 paket senilai Rp18,73 triliun, sehingga total terkontrak pada akhir triwulan II sebanyak 4.836 paket.

Basuki berharap postur anggaran Kementerian PUPR tahun ini dapat berkontribusi langsung pada percepatan penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi, seperti mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat.

Adapun, salah satu program yang menjadi prioritas Kementerian PUPR adalah melalui Program Padat Karya Tunai (cash for work) dengan anggaran Rp 23,35 triliun.

Dari total anggaran tersebut, PUPR menyebut, saat ini sudah terserap 26,26% dengan capaian fisik 32,35%. Besaran anggaran yang terserap tersebut telah memberikan manfaat membuka peluang kerja sebanyak 396.951 orang dari total target sebanyak 1.232.693 tenaga kerja. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT